Suparman akui pertemuan Atut & Ade di Hotel Sultan
Jum'at, 21 Maret 2014 - 19:46 WIB
Suparman akui pertemuan Atut & Ade di Hotel Sultan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Suparman memastikan, tersangka Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bertemu Ketua DPP Golkar Ade Komarudin untuk membahas sengketa Pemilukada Lebak di Hotel Sultan, Jakarta, 9 September 2013.
Penegasan itu disampaikan Suparman usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua Tim Sukses (Timses) pasangan calon Amir Hamzah-Kasmin ini keluar sekira pukul 15.09 WIB. Dia awalnya tampak santai keluar dari ruang steril menuju bagian samping gedung.
Apalagi para jurnalis ini tidak mengetahui keberadaannya. Tapi, Suparman kaget ketika KORAN SINDO dan tiga wartawan lain mencegatnya dekat Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
"Diperiksa terkait Pilkada Lebak. Saksi buat Bu Atut. Oh ada di sana (penyidik). Ya ditanya itu saja. Kenal enggak dengan Bu Atut? Saya bilang kenal. Udah," ujar Suparman sembari berjalan menuju pagar Gedung KPK dengan terburu-buru, Kuningan, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Dia menyampaikan, penyidik KPK mengkonfirmasi sekira 11 sampa 12 pertanyaan. Suparman membenarkan, dirinya dengan Atut dan Kasmin berasal dari satu partai, Partai Golkar.
Penyidik mengkonfirmasi terkait pertemuan Hotel Sultan. Pertemuan itu dihadiri Ketua DPP Golkar Golkar sekaligus Ketua Bapilu Jawa I (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten) Ade Komarudin, Atut, Amir Hamzah, Kasmin, avokat Rudy Alfonso, dan beberapa pihak lain.
Pertemuan sengaja diselenggarakan untuk menentukan langkah pengajuan permohonan sengketa Pemilukada Lebak oleh Amir Hamzah ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Saya hanya ditanya disitu tadi, (pertemuan) Sultan (hotel). (Mereka) Ada di sana. Sudah saya sebutkan (ke penyidik). Oke," ucapnya sambil mengangkat tangan.
Tetapi dia berkilah. Meski sebagai Ketua Timses dirinya tidak ikut untuk gugat menggugat ke MK. Dia juga membantah dalam pertemuan tersebut sudah dibahas rencana pemberian uang ke mantan Ketua MK, Akil Mochtar.
Dikonfirmasi soal kesaksian Kasmin di Pengadilan Tipikor, Senin 17 Maret 2014, Kasmin hadir di pertemuan itu, karena Suparman ditelepon DPP Golkar lewat Ade Komarudin, dia mengelak. Dia mengaku, diundang oleh Amir.
"Saya hadir (karena) saya diundang Pak Amir. Bentar dulu, mobil saya mana ya? Saya diajak Pak Amir ke situ," tandasnya.
Penegasan itu disampaikan Suparman usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua Tim Sukses (Timses) pasangan calon Amir Hamzah-Kasmin ini keluar sekira pukul 15.09 WIB. Dia awalnya tampak santai keluar dari ruang steril menuju bagian samping gedung.
Apalagi para jurnalis ini tidak mengetahui keberadaannya. Tapi, Suparman kaget ketika KORAN SINDO dan tiga wartawan lain mencegatnya dekat Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
"Diperiksa terkait Pilkada Lebak. Saksi buat Bu Atut. Oh ada di sana (penyidik). Ya ditanya itu saja. Kenal enggak dengan Bu Atut? Saya bilang kenal. Udah," ujar Suparman sembari berjalan menuju pagar Gedung KPK dengan terburu-buru, Kuningan, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Dia menyampaikan, penyidik KPK mengkonfirmasi sekira 11 sampa 12 pertanyaan. Suparman membenarkan, dirinya dengan Atut dan Kasmin berasal dari satu partai, Partai Golkar.
Penyidik mengkonfirmasi terkait pertemuan Hotel Sultan. Pertemuan itu dihadiri Ketua DPP Golkar Golkar sekaligus Ketua Bapilu Jawa I (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten) Ade Komarudin, Atut, Amir Hamzah, Kasmin, avokat Rudy Alfonso, dan beberapa pihak lain.
Pertemuan sengaja diselenggarakan untuk menentukan langkah pengajuan permohonan sengketa Pemilukada Lebak oleh Amir Hamzah ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Saya hanya ditanya disitu tadi, (pertemuan) Sultan (hotel). (Mereka) Ada di sana. Sudah saya sebutkan (ke penyidik). Oke," ucapnya sambil mengangkat tangan.
Tetapi dia berkilah. Meski sebagai Ketua Timses dirinya tidak ikut untuk gugat menggugat ke MK. Dia juga membantah dalam pertemuan tersebut sudah dibahas rencana pemberian uang ke mantan Ketua MK, Akil Mochtar.
Dikonfirmasi soal kesaksian Kasmin di Pengadilan Tipikor, Senin 17 Maret 2014, Kasmin hadir di pertemuan itu, karena Suparman ditelepon DPP Golkar lewat Ade Komarudin, dia mengelak. Dia mengaku, diundang oleh Amir.
"Saya hadir (karena) saya diundang Pak Amir. Bentar dulu, mobil saya mana ya? Saya diajak Pak Amir ke situ," tandasnya.
(maf)