Tanpa kesejahteraan, pengamanan perbatasan tidak maksimal

Kamis, 20 Maret 2014 - 23:46 WIB
Tanpa kesejahteraan,...
Tanpa kesejahteraan, pengamanan perbatasan tidak maksimal
A A A
Sindonews.com - Penguatan keamanan di wilayah perbatasan harus didukung dengan peningkatan kesejahteraan. Tanpa pendekatan kesejahteraan, upaya pengamanan dengan penempatan personel keamanan menjadi tidak optimal.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, persoalan keamanan berkorelasi dengan kesejahteraan. “Kami semua bersepakat bagi masyarakat perbatasan yang perlu dititikberatkann adalah persoalan kesejahteraan, infrastruktur untuk membuka keterisolasian, dan meningkatkan akses pendidikan serta kesehatan,” ujar Moeldoko, Kamis (20/3/2014).

Menurut dia, persoalan keamanan tidak akan muncul jika masyarakat di perbatasan sejahtera. Karena itu, sektor ekonomi seharusnya menjadi perhatian di perbatasan, bukan masalah keamanan.

Untuk diketahui, perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat provinsi, dan 15 kabupaten/kota. Sedangkan di laut, Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan PNG. Sebagian besar wilayah perbatasan di Indonesia masih merupakan daerah tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat terbatas.

Kendati demikian, penguatan pertahanan di wilayah perbatasan tetap terus ditingkatkan demi menjaga kedaulatan NKRI. TNI, lanjut Panglima, akan mengevaluasi penempatan alat utama sistem senjata (alutsista) di perbatasan, misalnya terkait kemungkinan penempatan tank.

TNI juga berencana menambah pos-pos di perbatasan. Pos perbatasan sangat penting untuk memantau aktivitas di sana. Apalagi perbatasan Indonesia cukup panjang, bahkan panjang garis batas Indonesia-Malaysia di wilayah Pulau Kalimantan mencapai kurang lebih 1.800 Km dan dengan Papua New Guinea di Pulau Papua mencapai 2.000 Km. Di daratan Indonesia juga berbatasan dengan Timor Leste.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, kesenjangan pembangunan antardaerah, khususnya di perbatasan, berpotensi memicu keinginan melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, pemerintah harus berupaya serius memeratakan hasil pembangunan di wilayah perbatasan demi menjaga keteguhan persatuan NKRI.

Apalagi, ketimpangan pembangunan juga sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa, sebab mendorong radikalisme, separatisme, dan rongrongan dari luar berupa ancaman konvensional dan nonkonvensional. “Konflik sangat mungkin terjadi akibat akumulasi kesenjangan pusat dan daerah,” kata politikus Partai Hanura itu.
(dam)
Berita Terkait
Upacara Penyambutan...
Upacara Penyambutan Kepulangan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini
Pasukan Yon Armed 6/3...
Pasukan Yon Armed 6/3 Penjaga Perbatasan RI-RDTL Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal
Majukan Wilayah Perbatasan,...
Majukan Wilayah Perbatasan, Satgas TMMD Permudah Akses Masyarakat
Prajurit TNI di Perbatasan...
Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Dapat Bantuan Logistik dari TBIG
Satgas Pamtas RI dan...
Satgas Pamtas RI dan Bea Cukai Gagalkan Transaksi Amunisi Tajam di Perbatasan Papua Nugini
Sapa Satgas TNI di Perbatasan,...
Sapa Satgas TNI di Perbatasan, Jokowi: Gaji dan Tunjangan Lancar?
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved