Nyapres, Jokowi belum mewakili ideologi Soekarno
Kamis, 20 Maret 2014 - 09:11 WIB
Nyapres, Jokowi belum mewakili ideologi Soekarno
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) secara resmi sudah menjadi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, sosok Jokowi dinilai belum mewakili ide dan gagasan Presiden Soekarno.
Menurut Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, Jokowi yang dilahirkan dari alam politik pencitraan, tidak mewakili trah perjuangan yang digariskan Soekarno. Sehingga, hadirnya Jokowi dalam kancah politik nasional bukan mewakili perjuangan tokoh Proklamator RI itu.
"Apakah ada jaminan Jokowi ini anak ideologis Soekarno, atau mewakili garis perjuangan Soekarno, itu belum tentu," ujar Emrus, saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Emrus melanjutkan, sejauh ini kepemimpinan Jokowi masih perlu dipertanyakan. Kemampuannya di level daerah saja belum teruji, apalagi di tingkat nasional.
Karena itu, jika ada pihak yang mengaitkan cara kepemimpinan Jokowi akan mewarisi gaya kepemimpinan Soerkarno, hal tersebut dinilai berlebihan.
"Dari garis keturunan atau keluarga Soekarno, soal pencapresan mantan Wali Kota Solo itu pun masih dipertanyakan masing-masing oleh anggota keluarga," tandasnya.
Emrus menambahkan, belum semua anggota keluarga dan anak dari Soekarno merestui pencapresan Jokowi tersebut. "Belum tentu semua keluarga sepakat. Makanya apakah dia (Jokowi) anak ideologi Bung Karno (Soekarno) kita masih pertanyakan," sambungnya.
Menurut Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, Jokowi yang dilahirkan dari alam politik pencitraan, tidak mewakili trah perjuangan yang digariskan Soekarno. Sehingga, hadirnya Jokowi dalam kancah politik nasional bukan mewakili perjuangan tokoh Proklamator RI itu.
"Apakah ada jaminan Jokowi ini anak ideologis Soekarno, atau mewakili garis perjuangan Soekarno, itu belum tentu," ujar Emrus, saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Emrus melanjutkan, sejauh ini kepemimpinan Jokowi masih perlu dipertanyakan. Kemampuannya di level daerah saja belum teruji, apalagi di tingkat nasional.
Karena itu, jika ada pihak yang mengaitkan cara kepemimpinan Jokowi akan mewarisi gaya kepemimpinan Soerkarno, hal tersebut dinilai berlebihan.
"Dari garis keturunan atau keluarga Soekarno, soal pencapresan mantan Wali Kota Solo itu pun masih dipertanyakan masing-masing oleh anggota keluarga," tandasnya.
Emrus menambahkan, belum semua anggota keluarga dan anak dari Soekarno merestui pencapresan Jokowi tersebut. "Belum tentu semua keluarga sepakat. Makanya apakah dia (Jokowi) anak ideologi Bung Karno (Soekarno) kita masih pertanyakan," sambungnya.
(kri)