Kemensos lakukan rehabilitasi bagi penderita HIV/AIDS
Kamis, 20 Maret 2014 - 04:01 WIB
Kemensos lakukan rehabilitasi bagi penderita HIV/AIDS
A
A
A
Sindonews.com - Setiap tahun pengidap Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) terus menunjukkan peningkatan. Di delapan provinsi terdapat 79 daerah, di mana epidemi AIDS terus meluas.
Delapan daerah itu yaitu, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara (Sumut), Jawa Timur (Jatim), Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat (Jabar), serta Jawa Tengah (Jateng).
“Program penanggulangan AIDS menekankan pencegahan melalui perubahan perilaku serta melengkapi dengan layanan pengobatan dan perawatan, ” kata Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri, dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu 19 Maret 2014.
Dari 220 juta penduduk Indonesia, 170 ribu hingga 210 ribu mengidap HIV/AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1 persen di Indonesia, dengan pengecualian Papua. Di mana angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4 persen dengan cara penularan utamanya melalui hubungan seksual tidak menggunakan pelindung.
“Kasus kematian akibat AIDS diperkirakan 5.500 jiwa. Epidemi terutama terkonsentrasi di kalangan pengguna obat terlarang, melalui jarum suntik dan pasangan intimnya, orang berkecimpung di dunia prostitusi serta pria penyuka sesama jenis,” ucap Salim Segaf.
Data per 30 Juni 2007 menyebutkan, 42 persen dari kasus AIDS ditularkan melalui hubungan heteroseksual dan 53 persen dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hingga akhir tahun lalu, pengidap berjumlah HIV 127.416 dan AIDS 52.348.
Dalam menanggulangi penderita HIV/AIDS atau ODHA, Kemensos melakukan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, kerja sama dengan 25 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di seluruh Indonesia.
Upaya diwujudkan dengan pemberian dan pemenuhan kebutuhan dasar, yaitu nutrisi dan obat-obatan bagi ODHA non potensial di 16 provinsi. “Bantuan dari Kemensos diharapkan menjadi cambuk bagi pemda (pemerintah daerah) untuk terus bekerja, agar masyarakat di wilayahnya bisa lebih sejahtera,” tandas Salim Segaf.
Delapan daerah itu yaitu, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara (Sumut), Jawa Timur (Jatim), Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat (Jabar), serta Jawa Tengah (Jateng).
“Program penanggulangan AIDS menekankan pencegahan melalui perubahan perilaku serta melengkapi dengan layanan pengobatan dan perawatan, ” kata Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri, dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu 19 Maret 2014.
Dari 220 juta penduduk Indonesia, 170 ribu hingga 210 ribu mengidap HIV/AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1 persen di Indonesia, dengan pengecualian Papua. Di mana angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4 persen dengan cara penularan utamanya melalui hubungan seksual tidak menggunakan pelindung.
“Kasus kematian akibat AIDS diperkirakan 5.500 jiwa. Epidemi terutama terkonsentrasi di kalangan pengguna obat terlarang, melalui jarum suntik dan pasangan intimnya, orang berkecimpung di dunia prostitusi serta pria penyuka sesama jenis,” ucap Salim Segaf.
Data per 30 Juni 2007 menyebutkan, 42 persen dari kasus AIDS ditularkan melalui hubungan heteroseksual dan 53 persen dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hingga akhir tahun lalu, pengidap berjumlah HIV 127.416 dan AIDS 52.348.
Dalam menanggulangi penderita HIV/AIDS atau ODHA, Kemensos melakukan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, kerja sama dengan 25 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di seluruh Indonesia.
Upaya diwujudkan dengan pemberian dan pemenuhan kebutuhan dasar, yaitu nutrisi dan obat-obatan bagi ODHA non potensial di 16 provinsi. “Bantuan dari Kemensos diharapkan menjadi cambuk bagi pemda (pemerintah daerah) untuk terus bekerja, agar masyarakat di wilayahnya bisa lebih sejahtera,” tandas Salim Segaf.
(maf)