Libatkan anak di kampanye, PKS siap dipanggil Bawaslu
Rabu, 19 Maret 2014 - 12:46 WIB
Libatkan anak di kampanye, PKS siap dipanggil Bawaslu
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak menampik banyaknya kehadiran anak di bawah umur saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) belum lama ini.
Anggota Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman menegaskan partainya mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang pelibatan anak dalam kampanye partai politik (parpol).
"Tentu ini DPP akan mengevaluasi, dan PKS siap dipanggil Panwas atau Bawaslu. Silakan saja itu diproses, tentu kita juga tahu konsekuensi-konsekuensi dari itu semua," kata Sohibul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3/2014).
Wakil Ketua DPR ini menyampaikan, kalau di internal mereka sudah menyampaikan larangan supaya kader yang ingin ikut kampanye tidak menyertakan anaknya.
"Di internal PKS ada pelarangan tidak boleh membawa anak, mulai dari sampah saja sudah diimbaukan untuk tidak boleh buang sembarangan," tegasnya.
Namun setelah ada kejadian di SUGBK kemarin, Sohibul menegaskan partainya siap menerima konsekuensi dari pengawas pemilu apabila ada bukti mengenai keterlibatan anak tersebut.
"Ketika memang ada bukti-bukti mengenai adanya pelanggaran maka disodorkan saja. Nanti PKS tentu akan mempertanggungjawabkan itu. Dari DPP akan menjelaskan itu dan juga konsekuensinya apa maka akan terima."
"Artinya kita harus tetap menaati aturan yang dibuat oleh KPU. Karena kalau bukan kita yang menaati siapa lagi," pungkasnya.
Anggota Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman menegaskan partainya mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang pelibatan anak dalam kampanye partai politik (parpol).
"Tentu ini DPP akan mengevaluasi, dan PKS siap dipanggil Panwas atau Bawaslu. Silakan saja itu diproses, tentu kita juga tahu konsekuensi-konsekuensi dari itu semua," kata Sohibul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3/2014).
Wakil Ketua DPR ini menyampaikan, kalau di internal mereka sudah menyampaikan larangan supaya kader yang ingin ikut kampanye tidak menyertakan anaknya.
"Di internal PKS ada pelarangan tidak boleh membawa anak, mulai dari sampah saja sudah diimbaukan untuk tidak boleh buang sembarangan," tegasnya.
Namun setelah ada kejadian di SUGBK kemarin, Sohibul menegaskan partainya siap menerima konsekuensi dari pengawas pemilu apabila ada bukti mengenai keterlibatan anak tersebut.
"Ketika memang ada bukti-bukti mengenai adanya pelanggaran maka disodorkan saja. Nanti PKS tentu akan mempertanggungjawabkan itu. Dari DPP akan menjelaskan itu dan juga konsekuensinya apa maka akan terima."
"Artinya kita harus tetap menaati aturan yang dibuat oleh KPU. Karena kalau bukan kita yang menaati siapa lagi," pungkasnya.
(kri)