SBY takut warisan programnya akan diobrak-abrik
Rabu, 19 Maret 2014 - 01:01 WIB
SBY takut warisan programnya akan diobrak-abrik
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak rela program yang sudah dibangun 10 tahun era kekuasaanya akan diganggu, diobrak-abrik dan dihilangkan.
Ia menyebut BOS, BLSM, Jampersal, PNPM, raskin hingga pengangkatan 1 juta tenaga honorer guru menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai warisannya.
Begitu juga yang terbaru pengangkatan honorer K2 ke PNS sebagai program pro rakyat di eranya.
Di depan ribuan massa di stadion Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, SBY menyatakan akan menjaga semua itu (program) mati-matian.
"Ini harga mati. Jangan sampai ada yang mengobrak abrik dan menghilangkan. Dan Demokrat akan berusaha menjaga dan meningkatkan lagi pada lima tahun ke depan," seru SBY dalam orasi politiknya.
Diiringi Ani Yudhoyono, Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua PD Jawa Timur Soekarwo dan Nina Soekarwo (istri) serta sejumlah caleg DPR RI PD seperti Venna Melinda dan Nova Riyanti Yusuf, SBY tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB.
Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menegpora Roy Suryo, peserta konvensi Capres PD yang juga mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo yang disebut rilis resmi PD akan turut menyertai, tidak terlihat.
SBY mengenakan kemeja biru partai berlengan pendek dipadu pantalon warna gelap.
Begitu berada di atas panggung, mantan Menkopolkam di era Presiden Megawati Soekarno Putri itu langsung menginformasikan meninggalnya simpatisan PD asal Trenggalek yang hendak hadir di acara kampanye di Stadion Tulungagung.
Secara bersama-sama, SBY mengajak massa kampanye untuk membaca surat alfatihah. "Mari kita bacakan alfatihah bersama sama, "ajak SBY.
Pria malang itu bernama Sugeng Prayitno warga Kelurahan Sumbergedong, Kota Trenggalek.
Yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhir saat masih berada di dalam rombongan bus berisi simpatisan PD.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar setengah jam menjelang kedatangan SBY. Ditengarai korban mengalami kelelahan. Jasadnya langsung dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Usai berdoa, menantu mendiang Komandan RPKAD Sarwo Edhi Wibowo tersebut kembali melontarkan uneg-uneg politiknya.
"Ada yang bilang negara ini makin mundur. Hidup rakyat makin sengsara, "kata SBY bertanya kepada massa.
"Jelas itu tidak benar. Apa yang dikatakan tidak jujur," papar SBY. Ia mengklaim selama pemerintahanya, ekonomi negara meningkat lebih tinggi.
Berkat PD, kata SBY, ekonomi Indonesia bertengger di peringkat 16 dunia. "Begitu juga dengan pendidikan, kesehatan dan keamanan makin baik. Dunia mengakui banyak yang kita capai," tegasnya.
PD, lanjut SBY sangat mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya KPK telah melakukan upaya pemberantasan korupsi tidak pandang bulu.
"Partai Demokrat mendukung KPK. Terima kasih KPK," seru SBY. Seolah sedang curhat, SBY juga mengatakan baginya Partai Demokrat adalah rumah.
Karenanya ia menegaskan akan selamanya berada di Partai Demokrat.
"Sebagai kader, saya yang menggagas dan mendirikannya. Saya akan selamanya berada di Partai Demokrat. Ini rumah kita, "paparnya.
Usai menyampaikan Partai Demokrat adalah rumah kita, dalam kesempatan itu SBY mengajak massa menyanyikan lagu "rumah kita".
Sebuah lagu yang dipopulerkan rock band Indonesia God Bless. Ditemani penyanyi ibu kota Rio Febrian, SBY menembangkan lagu hingga tuntas.
Selain Rio Febrian, acara kampanye yang dihadiri sekitar 10 ribu orang itu juga diramaikan artis dangdut Ike Nurjanah dan band De Massive. Acara dipandu MC kocak ibu kota Edwin dan Jodi.
Bersama dengan Ani Yudhoyono, Ibas, Soekarwo dan Nina Soekarwo, SBY juga melakukan sensasi politik dengan melempar-lemparkan bola ke massa.
Aksi lempar bola tersebut diiringi lagu "Tendangan dari Langit" ciptaan band rock Kotak. Sebelum meninggalkan panggung kampanye, SBY juga menyempatkan diri melakukan simulasi mencoblos gambar Partai Demokrat.
Usai dari Tulungagung, SBY langsung bertolak ke Malang. Informasinya, 19 Maret baru kembali ke Jakarta.
Seperti diketahui, kampanye akbar Partai Demokrat tersebut mengerahkan sekitar 700 tukang becak Kota Tulungagung.
Selain didandani kaos Demokrat, sebelum dibawa ke stadion, para tukang becak tersebut juga mendapatkan pembagian nasi bungkus.
Dari pantauan lapangan, di lokasi kampanye SBY, tidak sedikit dijumpai anak anak. Mereka berada di lokasi dengan membawa atribut demokrat.
Menurut Komandan Kodim 0807 Tulungagung Kolonel Infanteri Eko Hariyanto, ada sebanyak 600 personil TNI/Polri yang disiagakan dalam acara kampanye SBY.
"Meski kapasitasnya sebagai Ketua Partai, namun karena Presiden, maka pengamananya sesuai standar yang berlaku, "ujarnya.
Ia menyebut BOS, BLSM, Jampersal, PNPM, raskin hingga pengangkatan 1 juta tenaga honorer guru menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai warisannya.
Begitu juga yang terbaru pengangkatan honorer K2 ke PNS sebagai program pro rakyat di eranya.
Di depan ribuan massa di stadion Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, SBY menyatakan akan menjaga semua itu (program) mati-matian.
"Ini harga mati. Jangan sampai ada yang mengobrak abrik dan menghilangkan. Dan Demokrat akan berusaha menjaga dan meningkatkan lagi pada lima tahun ke depan," seru SBY dalam orasi politiknya.
Diiringi Ani Yudhoyono, Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua PD Jawa Timur Soekarwo dan Nina Soekarwo (istri) serta sejumlah caleg DPR RI PD seperti Venna Melinda dan Nova Riyanti Yusuf, SBY tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB.
Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menegpora Roy Suryo, peserta konvensi Capres PD yang juga mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo yang disebut rilis resmi PD akan turut menyertai, tidak terlihat.
SBY mengenakan kemeja biru partai berlengan pendek dipadu pantalon warna gelap.
Begitu berada di atas panggung, mantan Menkopolkam di era Presiden Megawati Soekarno Putri itu langsung menginformasikan meninggalnya simpatisan PD asal Trenggalek yang hendak hadir di acara kampanye di Stadion Tulungagung.
Secara bersama-sama, SBY mengajak massa kampanye untuk membaca surat alfatihah. "Mari kita bacakan alfatihah bersama sama, "ajak SBY.
Pria malang itu bernama Sugeng Prayitno warga Kelurahan Sumbergedong, Kota Trenggalek.
Yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhir saat masih berada di dalam rombongan bus berisi simpatisan PD.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar setengah jam menjelang kedatangan SBY. Ditengarai korban mengalami kelelahan. Jasadnya langsung dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Usai berdoa, menantu mendiang Komandan RPKAD Sarwo Edhi Wibowo tersebut kembali melontarkan uneg-uneg politiknya.
"Ada yang bilang negara ini makin mundur. Hidup rakyat makin sengsara, "kata SBY bertanya kepada massa.
"Jelas itu tidak benar. Apa yang dikatakan tidak jujur," papar SBY. Ia mengklaim selama pemerintahanya, ekonomi negara meningkat lebih tinggi.
Berkat PD, kata SBY, ekonomi Indonesia bertengger di peringkat 16 dunia. "Begitu juga dengan pendidikan, kesehatan dan keamanan makin baik. Dunia mengakui banyak yang kita capai," tegasnya.
PD, lanjut SBY sangat mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya KPK telah melakukan upaya pemberantasan korupsi tidak pandang bulu.
"Partai Demokrat mendukung KPK. Terima kasih KPK," seru SBY. Seolah sedang curhat, SBY juga mengatakan baginya Partai Demokrat adalah rumah.
Karenanya ia menegaskan akan selamanya berada di Partai Demokrat.
"Sebagai kader, saya yang menggagas dan mendirikannya. Saya akan selamanya berada di Partai Demokrat. Ini rumah kita, "paparnya.
Usai menyampaikan Partai Demokrat adalah rumah kita, dalam kesempatan itu SBY mengajak massa menyanyikan lagu "rumah kita".
Sebuah lagu yang dipopulerkan rock band Indonesia God Bless. Ditemani penyanyi ibu kota Rio Febrian, SBY menembangkan lagu hingga tuntas.
Selain Rio Febrian, acara kampanye yang dihadiri sekitar 10 ribu orang itu juga diramaikan artis dangdut Ike Nurjanah dan band De Massive. Acara dipandu MC kocak ibu kota Edwin dan Jodi.
Bersama dengan Ani Yudhoyono, Ibas, Soekarwo dan Nina Soekarwo, SBY juga melakukan sensasi politik dengan melempar-lemparkan bola ke massa.
Aksi lempar bola tersebut diiringi lagu "Tendangan dari Langit" ciptaan band rock Kotak. Sebelum meninggalkan panggung kampanye, SBY juga menyempatkan diri melakukan simulasi mencoblos gambar Partai Demokrat.
Usai dari Tulungagung, SBY langsung bertolak ke Malang. Informasinya, 19 Maret baru kembali ke Jakarta.
Seperti diketahui, kampanye akbar Partai Demokrat tersebut mengerahkan sekitar 700 tukang becak Kota Tulungagung.
Selain didandani kaos Demokrat, sebelum dibawa ke stadion, para tukang becak tersebut juga mendapatkan pembagian nasi bungkus.
Dari pantauan lapangan, di lokasi kampanye SBY, tidak sedikit dijumpai anak anak. Mereka berada di lokasi dengan membawa atribut demokrat.
Menurut Komandan Kodim 0807 Tulungagung Kolonel Infanteri Eko Hariyanto, ada sebanyak 600 personil TNI/Polri yang disiagakan dalam acara kampanye SBY.
"Meski kapasitasnya sebagai Ketua Partai, namun karena Presiden, maka pengamananya sesuai standar yang berlaku, "ujarnya.
(lns)