Caleg Hanura pantang lakukan politik uang
Selasa, 18 Maret 2014 - 10:28 WIB
Caleg Hanura pantang lakukan politik uang
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Srikandi Hanura DIY, Sundari pantang melakukan praktik politik uang atau money politic. Caleg Hanura DPRD Sleman itu berkomitmen menghindari cara instan untuk bisa duduk di kursi empuk sebagai anggota legislatif.
"Politik uang harus dihindari, pantang saya melakukan politik transaksi dengan cara yang tidak elegan," kata Sundari, Selasa (18/3/2014).
Jika sudah terjun ke dunia politik, harus menjalani dengan semangat idealisme politik yang demokratis. Bukan justru mengotori dengan cara yang keji.
"Kita masuk dunia politik karena punya kecintaan yang terwadahi dalam parpol," kata alumnus Fisipol APMD Yogyakarta itu.
Politik pada dasarnya baik karena sebagai regulasi menyangkut kehidupan bernegara. Munculnya persepsi masyarakat bahwa jika politik itu jahat ataupun kotor dinilai kurang tepat.
"Kotor itu karena orang-orang di dalam parpol ada yang berbuat menyimpang, seperti melakukan money politic, transaksional, meminta imbalan dari sebuah rumusan perundangan, dan masih banyak lainnya," jelasnya.
Terjun dalam politik, menuntut dia respon terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya, mencari solusi atau jalan keluar yang baik dari beragam masalah itu. Misalnya, masalah pendidikan, kesehatan, pertanian dan perkebunan hingga beragam masalah lain.
Meski sudah terjun di dunia politik, Sundari lebih menekankan pemberdayaan masyarakat. Hal itu dilakukan karena masyarakat lebih mandiri ketimbang langkah pragmatis atau instan dengan memberikan bantuan.
"Langkah pragmatis seperti memberi uang kami akan jauhi, karena itu tidak akan menjadikan ikatan emosional terjalin. Kami ingin masyarakat menjadi mandiri secara politik maupun ekonomi," ujarnya.
Perempuan asal Sendangadi, Mlati, Sleman itu juga meningatkan agar masyarakat, khususnya yang punya hak pilih untuk mensukseskan pemilu 9 April nanti. Dia berharap pemimpin yang mewakili rakyat nanti bisa bekerja sesuai hati nurani yang tulus.
"Politik uang harus dihindari, pantang saya melakukan politik transaksi dengan cara yang tidak elegan," kata Sundari, Selasa (18/3/2014).
Jika sudah terjun ke dunia politik, harus menjalani dengan semangat idealisme politik yang demokratis. Bukan justru mengotori dengan cara yang keji.
"Kita masuk dunia politik karena punya kecintaan yang terwadahi dalam parpol," kata alumnus Fisipol APMD Yogyakarta itu.
Politik pada dasarnya baik karena sebagai regulasi menyangkut kehidupan bernegara. Munculnya persepsi masyarakat bahwa jika politik itu jahat ataupun kotor dinilai kurang tepat.
"Kotor itu karena orang-orang di dalam parpol ada yang berbuat menyimpang, seperti melakukan money politic, transaksional, meminta imbalan dari sebuah rumusan perundangan, dan masih banyak lainnya," jelasnya.
Terjun dalam politik, menuntut dia respon terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya, mencari solusi atau jalan keluar yang baik dari beragam masalah itu. Misalnya, masalah pendidikan, kesehatan, pertanian dan perkebunan hingga beragam masalah lain.
Meski sudah terjun di dunia politik, Sundari lebih menekankan pemberdayaan masyarakat. Hal itu dilakukan karena masyarakat lebih mandiri ketimbang langkah pragmatis atau instan dengan memberikan bantuan.
"Langkah pragmatis seperti memberi uang kami akan jauhi, karena itu tidak akan menjadikan ikatan emosional terjalin. Kami ingin masyarakat menjadi mandiri secara politik maupun ekonomi," ujarnya.
Perempuan asal Sendangadi, Mlati, Sleman itu juga meningatkan agar masyarakat, khususnya yang punya hak pilih untuk mensukseskan pemilu 9 April nanti. Dia berharap pemimpin yang mewakili rakyat nanti bisa bekerja sesuai hati nurani yang tulus.
(kri)