Sejarah singkat perjanjian Mega-Prabowo disebut Batutulis

Senin, 17 Maret 2014 - 14:15 WIB
Sejarah singkat perjanjian...
Sejarah singkat perjanjian Mega-Prabowo disebut Batutulis
A A A
PERJANJIAN Batutulis yang ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto terus berpolemik.

Seperti apa sebenarnya perjanjian itu bagai misteri, hanya dua orang pemimpin partai tersebut yang mengetahui secara pasti. Kabar yang berkembang hanya menyebutkan perjanjian yang dibuat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 itu berkaitan dengan koalisi PDIP dan Partai Gerindra dalam Pilpres 2014.

Dua partai berideologi nasionalis itu sepakat untuk mengusung Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2009, dengan harapan Pada Pilpres 2014 PDIP mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Namun, kebenaran ini masih diperlukan penelusuran lebih lanjut.

Kenyataannya perjanjian yang dibuat di kawasan Bogor, Jawa Barat itu tidak berjalan seperti harapan. Belum lama ini Megawati Soekarnoputri dengan PDIP-nya dengan tegas mengumumkan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai Capres PDIP 2014.

Terlepas dari itu, tidak kalah pentingnya menyimak mengapa perjanjian yang ditandatangani dua pemimpin partai itu dikenal dengan perjanjian Batutulis.

Sehingga, pencapresan Jokowi telah melanggar perjanjian yang disepakati lima tahun lalu. Akan tetapi, belum dipastikan kebenaran dokumen yang beredar tersebut. Hingga saat ini, Sindonews masih berusaha mengonfirmasi keaslian dokumen perjanjian Batutulis tersebut.

Berikut isi dokumen perjanjian Batutulis:

Kesepakatan bersama PDI Perjuangan dan Partai Gerindera dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia 2009-2014

Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden
Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindera) sepakat mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009.

2. Prabowo Subianto sebagai wakil presiden, jika terpilih, mendapat penugasan untuk mengendalikan program dan kebijakan kebangkitan ekonomi Indonesia yang berdasarkan azas berdiri di kaki sendiri, berdaulat di bidang politik, dan kepribadian nasional di bidang kebudayaan dalam kerangka sistem presidensial. Esensi kesepakatan ini akan disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri pada saat pengumuman pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden serta akan dituangkan lebih lanjut dalam produk hukum yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

3. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bersama-sama membentuk kabinet. Berkaitan dengan penugasan pada butir 2 diatas, Prabowo Subianto menentukan nama-nama menteri yang terkait. Menteri-menteri tersebut adalah Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri keuangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Pertahanan.

4. Pemerintah yang terbentuk akan mendukung program kerakyatan PDI Perjuangan dan 8 (delapan) program aksi Partai Gerindera untuk kemakmuran rakyat.

5. Pendanaan pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 ditanggung secara bersama-sama dengan presentase 50% dari pihak Megawati Soekarnoputri dan 50% dari pihak Prabowo Subianto.

6. Tim sukses pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dibentuk bersama-sama melibatkan kader-kader PDI Perjuangan dan Partai Gerindera serta unsur-unsur masyarakat.

7. Megawati Soekarnoputri mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014.

Jakarta, 16 Mei 2009

(tandatangan di atas materai Rp6.000)
Megawati Soekarnoputri

(tandatangan)
Prabowo Subianto

Batutulis sendiri berasal dari nama daerah di Kota Bogor yang saat ini dijadikan nama jalan, yakni Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Di Jalan Batutulis ini terdapat prasasti yang juga dinamakan sesuai nama daerah tersebut.

Prasasti berukir kalimat bahasa dan aksara Sunda Kuno itu berangka tahun 1455 Saka (1533 Masehi). Batu prasasti tersebut adalah peninggalan Kerajaan Sunda. Kerajaan ini diketahui pernah ada antara tahun 1932 dan 1579 di bagian barat pulau Jawa yang meliputi Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah sekarang.
(kur)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved