Hanura prihatin pengangguran tinggi di Indonesia
Sabtu, 15 Maret 2014 - 18:10 WIB
Hanura prihatin pengangguran tinggi di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kasus pencurian bahkan pembunuhan di Indonesia, salah satunya didasari pada tidak adanya lapangan pekerjaan atau pengangguran. Hal ini yang mendasari calon anggota legislatif (caleg) Partai Hanura, untuk memperjuangkan hak masyarakat.
Caleg Hanura untuk DPR, daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI, Syahrial Yusuf mengatakan, perlu ada terobosan baru untuk menciptakan peluang baru. Karena itu, Partai Hanura fokus pada menciptakan wirausaha baru.
"Jumlah penduduk yang kurang lebih 250 juta ini yang menjadi pengusaha, hanya 0,2 persen, yang seharusnya minimal memiliki dua persen wirausahawan," kata Syahrial kepada Sindonews, Sabtu (15/3/2014).
Syahrial melanjutkan, bentuk usaha yang akan ia perjuangkan adalah usaha dari segi potensi yang cukup tinggi di Indonesia. "Seperti kerajinan dari kayu, timah, emas, elektronik dan pembuatan komponen sepeda motor di kelurahan," ucapnya.
Komponen sepeda motor yang ia maksudkan, setiap kelurahan nanti komponen yang ada di dalam sepeda motor, akan diproduksi di Indonesia dan di setiap kelurahan. "Jadi nanti produksi kabel di kelurahan mana, roda di kelurahan mana, soalnya di Cina dan Jepang seperti itu," pungkasnya.
Caleg Hanura untuk DPR, daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI, Syahrial Yusuf mengatakan, perlu ada terobosan baru untuk menciptakan peluang baru. Karena itu, Partai Hanura fokus pada menciptakan wirausaha baru.
"Jumlah penduduk yang kurang lebih 250 juta ini yang menjadi pengusaha, hanya 0,2 persen, yang seharusnya minimal memiliki dua persen wirausahawan," kata Syahrial kepada Sindonews, Sabtu (15/3/2014).
Syahrial melanjutkan, bentuk usaha yang akan ia perjuangkan adalah usaha dari segi potensi yang cukup tinggi di Indonesia. "Seperti kerajinan dari kayu, timah, emas, elektronik dan pembuatan komponen sepeda motor di kelurahan," ucapnya.
Komponen sepeda motor yang ia maksudkan, setiap kelurahan nanti komponen yang ada di dalam sepeda motor, akan diproduksi di Indonesia dan di setiap kelurahan. "Jadi nanti produksi kabel di kelurahan mana, roda di kelurahan mana, soalnya di Cina dan Jepang seperti itu," pungkasnya.
(maf)