Komisi I minta gudang amunisi milik TNI dievaluasi
Kamis, 06 Maret 2014 - 18:59 WIB
Komisi I minta gudang amunisi milik TNI dievaluasi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Tb Hasanuddin meminta ada evaluasi terhadap seluruh gudang amunisi milik TNI. Ini buntut meledaknya tempat penyimpanan amunisi milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Jakarta Utara.
Tb Hasanuddin mengungkapkan, dari hasil kunjungan mereka ke lokasi kejadian memang tidak ada kelalaian atau sabotase yang menyebabkan kejadian itu. Namun, lebih dikarenakan kondisi bunker tempat penyimpanan amunisi yang telah uzur.
"Kenapa sudah tua? Itu harus ditarik ke atas. Makanya kami akan meminta evaluasi gudang amunisi di TNI," kata Tb Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Dia menyampaikan, di Indonesia bunker peninggalan jaman penjajahan Belanda dan Jepang memang masih banyak digunakan untuk menyimpan amunisi.
"Saya tidak hafal jumlahnya tetapi memang kita pakai yang lama-lama dari jaman Belanda-Jepang. Misalnya di Bojong Koneng itu masih dipakai," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tb Hasanuddin mengungkapkan meledaknya gudang amunisi milik Kopaska kemarin, bukan karena kelalaian atau sabotase.
"Penyebabnya ternyata benar karena korslet, bunker bekas Belanda hampir 100 tahunan lebih lah. Itu menyebabkan suhu naik di dalam membuat beberapa mulai mengeluarkan asap, asap putih lalu kebakar oleh konslet dan menjadi asap hitam itu terjadi ledakan," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Baca berita:
TNI diminta evaluasi sistem keamanan gudang senjata
Tb Hasanuddin mengungkapkan, dari hasil kunjungan mereka ke lokasi kejadian memang tidak ada kelalaian atau sabotase yang menyebabkan kejadian itu. Namun, lebih dikarenakan kondisi bunker tempat penyimpanan amunisi yang telah uzur.
"Kenapa sudah tua? Itu harus ditarik ke atas. Makanya kami akan meminta evaluasi gudang amunisi di TNI," kata Tb Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Dia menyampaikan, di Indonesia bunker peninggalan jaman penjajahan Belanda dan Jepang memang masih banyak digunakan untuk menyimpan amunisi.
"Saya tidak hafal jumlahnya tetapi memang kita pakai yang lama-lama dari jaman Belanda-Jepang. Misalnya di Bojong Koneng itu masih dipakai," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tb Hasanuddin mengungkapkan meledaknya gudang amunisi milik Kopaska kemarin, bukan karena kelalaian atau sabotase.
"Penyebabnya ternyata benar karena korslet, bunker bekas Belanda hampir 100 tahunan lebih lah. Itu menyebabkan suhu naik di dalam membuat beberapa mulai mengeluarkan asap, asap putih lalu kebakar oleh konslet dan menjadi asap hitam itu terjadi ledakan," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Baca berita:
TNI diminta evaluasi sistem keamanan gudang senjata
(kri)