Andalkan pemilih di Jawa, yakin lolos ke parlemen
Rabu, 05 Maret 2014 - 16:30 WIB
Andalkan pemilih di Jawa, yakin lolos ke parlemen
A
A
A
PELAKSANAAN Pemililihan Umum (Pemilu) 2014 semakin dekat. Setiap partai politik tentu memiliki strategi untuk meraih dukungan masyarakat, yang akan dibuktikan dengan perolehan kursi DPR. Bukan hal mudah bagi parpol untuk mendulang suara pemilih. Apalagi jumlah peserta Pemilu 2014 masih relatif banyak yakni sebanyak 15 parpol, tiga di antaranya parpol lokal.
Infrastruktur parpol, kemampuan finansial, kualitas kader bisa menjadi faktor yang memengaruhi parpol untuk unggul memenangkan kontestasi. Persaingan ini tentu disadari betul oleh para parpol, termasuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Sebagai parpol terakhir yang lolos menjadi peserta Pemilu 2014, bukan hal mudah untuk bersaing dengan parpol lain. Bagaimanakah PKPI menghadapi tantangan itu? Berikut petikan wawancara Sindonews dan Koran Sindo dengan Ketua Umum PKPI Sutiyoso atau biasa disapa Bang Yos pada 13 Februari lalu.
Bagaimana persiapan PKPI menghadapi Pemilu 2014?
Selama 4 tahun saya menjadi ketua, saya membangun infrastruktur (PKPI) sampai semua kabupaten/kota. Ada pengurus dan kantornya. Saya sudah mengelilingi 27 provinsi, kesimpulan saya kader PKPI sangat semangat dan yakin untuk bisa lolos (ke DPR). Untuk tingkat DPRD kabupaten/kota, saya yakin jumlah (caleg) berlipat ganda.
Apa strategi PKPI untuk meraih suara?
Secara umum kita fokus ke Jawa, karena Jawa ini pemilihnya sangat besar, meski begitu kami tidak abaikan luar Jawa. Kami melakukan pendekatan langsung. Saya sudah ke daerah, provinsi sudah mampir ke masyarakat, kelompok nelayan, guru.
Bagaimana suara PKPI di luar Pulau Jawa dan segmentasi pemilih?
Basis kami di Aceh pun kuat, kemudian wilayah Timur juga baik. (Pemilih) kami campuran, kami partai nasionalis.
Bagaimana dengan calon presiden?
Memang di dalam musyawarah nasional, saya sudah didaulat menjadi capres PKPI, tetapi bagi saya kalau kader, simpatisan (mau jadi capres), saya silakan. Harus mendapatkan putera bangsa.
Tidak tertutup kemungkinan dari kader partai lain?
Ya tentu, kalau kami yakini lebih baik.
Bagaimana dengan kekhawatiran banyaknya golput pada Pemilu 2014?
Harusnya (tanya) ke KPU, tetapi Aku ikut mensosialisasikan, misal di kampus. Jangan jadi golput, karena bukan solusi. Sekarang pilihlah partai yang baik, yang berkualitas.
Bagaimana kekhawatiran mengenai kecurangan dalam Pemilu 2014?
Kalau nanti saksi yang biayai parpol, hanya parpol besar yang (mampu) biayai (saksi). Suara kami bisa dibajak.
Infrastruktur parpol, kemampuan finansial, kualitas kader bisa menjadi faktor yang memengaruhi parpol untuk unggul memenangkan kontestasi. Persaingan ini tentu disadari betul oleh para parpol, termasuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Sebagai parpol terakhir yang lolos menjadi peserta Pemilu 2014, bukan hal mudah untuk bersaing dengan parpol lain. Bagaimanakah PKPI menghadapi tantangan itu? Berikut petikan wawancara Sindonews dan Koran Sindo dengan Ketua Umum PKPI Sutiyoso atau biasa disapa Bang Yos pada 13 Februari lalu.
Bagaimana persiapan PKPI menghadapi Pemilu 2014?
Selama 4 tahun saya menjadi ketua, saya membangun infrastruktur (PKPI) sampai semua kabupaten/kota. Ada pengurus dan kantornya. Saya sudah mengelilingi 27 provinsi, kesimpulan saya kader PKPI sangat semangat dan yakin untuk bisa lolos (ke DPR). Untuk tingkat DPRD kabupaten/kota, saya yakin jumlah (caleg) berlipat ganda.
Apa strategi PKPI untuk meraih suara?
Secara umum kita fokus ke Jawa, karena Jawa ini pemilihnya sangat besar, meski begitu kami tidak abaikan luar Jawa. Kami melakukan pendekatan langsung. Saya sudah ke daerah, provinsi sudah mampir ke masyarakat, kelompok nelayan, guru.
Bagaimana suara PKPI di luar Pulau Jawa dan segmentasi pemilih?
Basis kami di Aceh pun kuat, kemudian wilayah Timur juga baik. (Pemilih) kami campuran, kami partai nasionalis.
Bagaimana dengan calon presiden?
Memang di dalam musyawarah nasional, saya sudah didaulat menjadi capres PKPI, tetapi bagi saya kalau kader, simpatisan (mau jadi capres), saya silakan. Harus mendapatkan putera bangsa.
Tidak tertutup kemungkinan dari kader partai lain?
Ya tentu, kalau kami yakini lebih baik.
Bagaimana dengan kekhawatiran banyaknya golput pada Pemilu 2014?
Harusnya (tanya) ke KPU, tetapi Aku ikut mensosialisasikan, misal di kampus. Jangan jadi golput, karena bukan solusi. Sekarang pilihlah partai yang baik, yang berkualitas.
Bagaimana kekhawatiran mengenai kecurangan dalam Pemilu 2014?
Kalau nanti saksi yang biayai parpol, hanya parpol besar yang (mampu) biayai (saksi). Suara kami bisa dibajak.
(dam)