Dana paling besar, Gerindra ngaku apa adanya
Selasa, 04 Maret 2014 - 10:23 WIB
Dana paling besar, Gerindra ngaku apa adanya
A
A
A
Sindonews.com - Dari 12 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014, dana kampanye Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tercatat paling besar.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Harris Bobihoe mengatakan, sebagian besar dana kampanye bersumber dari sumbangan calon anggota legislatif (caleg). Haris mengklaim sumbangan itu dilaporkan apa adanya.
"Kami hanya melaporkan apa yang disampaikan caleg ke DPP Gerindra, tanpa dikurangi apalagi ditambah-tambah," ujar Harris saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Kendati parpol boleh menerima sumbangan dari pihak ketiga, Gerindra memastikan hampir mayoritas sumbangan berasal dari calon wakilnya di Senayan. "Apa yang kami laporkan adalah hasil 'urunan' para caleg tanpa ada bantuan dari partai," sambungnya.
Total laporan penerimaan dan pengelolaan dana kampanye yang disampaikan Gerindra ke KPU, terhitung sejak periode pertama yakni 27 Desember 2013 lalu hingga 2 Maret 2014 Rp306 miliar. Untuk diketahui, laporan sumbangan periode pertama Partai Gerindra pada 27 Desember 2013 lalu mencapai Rp184.580.579.070.
Kemudian laporan sumbangan periode kedua pada tanggal 2 Maret 2014 sebesar Rp122 miliar. Untuk laporan periode tahap kedua, baru 70 persen caleg yang melaporkan penerimaan dan pengelolaan dana kampanye. Sisanya sebanyak 30 persen caleg akan segera melaporkan penggunaan dana kampanyenya.
Jika dijumlah, laporan tahap awal dan periode kedua, maka total laporan awal dana kampanye Gerindra Rp306.580.579.070.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Harris Bobihoe mengatakan, sebagian besar dana kampanye bersumber dari sumbangan calon anggota legislatif (caleg). Haris mengklaim sumbangan itu dilaporkan apa adanya.
"Kami hanya melaporkan apa yang disampaikan caleg ke DPP Gerindra, tanpa dikurangi apalagi ditambah-tambah," ujar Harris saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Kendati parpol boleh menerima sumbangan dari pihak ketiga, Gerindra memastikan hampir mayoritas sumbangan berasal dari calon wakilnya di Senayan. "Apa yang kami laporkan adalah hasil 'urunan' para caleg tanpa ada bantuan dari partai," sambungnya.
Total laporan penerimaan dan pengelolaan dana kampanye yang disampaikan Gerindra ke KPU, terhitung sejak periode pertama yakni 27 Desember 2013 lalu hingga 2 Maret 2014 Rp306 miliar. Untuk diketahui, laporan sumbangan periode pertama Partai Gerindra pada 27 Desember 2013 lalu mencapai Rp184.580.579.070.
Kemudian laporan sumbangan periode kedua pada tanggal 2 Maret 2014 sebesar Rp122 miliar. Untuk laporan periode tahap kedua, baru 70 persen caleg yang melaporkan penerimaan dan pengelolaan dana kampanye. Sisanya sebanyak 30 persen caleg akan segera melaporkan penggunaan dana kampanyenya.
Jika dijumlah, laporan tahap awal dan periode kedua, maka total laporan awal dana kampanye Gerindra Rp306.580.579.070.
(dam)