Beda bencana, beda penanganan

Senin, 24 Februari 2014 - 21:14 WIB
Beda bencana, beda penanganan
Beda bencana, beda penanganan
A A A
Sindonews.com - Bencana yang melanda beberapa kawasan di Indonesia tentu berdampak pada kondisi psikologis para korban. Sehingga selain memerlukan pertolongan logistik, mereka juga memerlukan pertolongan secara kejiwaan.

Dengan penanganan bencana yang baik menyebabkan berkurangnya dampak psikologis untuk para korban, khususnya anak-anak dan kaum perempuan.

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Diennaryati Tjokrosuprihatono menilai, biasanya di setiap wilayah bencana anak-anak dan perempuan menjadi pihak yang rentan mengalami trauma, karena secara psikolgis mereka lemah. Besarnya bencana dan kerusakan yang disebabkan akan sangat berdampak pada psikologi korban.

"Misalnya saja untuk Kelud ini dampaknya agak berbeda dengan bencana lainnya. Kesiapan pemerintah daerah dan satgas bencana dalam mengantisipasi meletusnya Kelud sangat baik. Ini bisa mengurangi dampak psikologis bagi pengungsi. Hanya kebosanan, kesal, dan lelah yang mungkin dirasakan oleh pengungsi Kelud," kata Dini, sapaan akrabnya, Senin (24/2/2014).

Pemerhati anak-anak ini menambahkan, efek psikologis ini berbeda dengan pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Anak-anak dan perempuan di sana merasakan dampak psikologis yang kuat dari bencana tersebut.

"Mengingat mereka sudah lama di tempat pengungsian dan penanganan dampak bencananya juga terlalu berlarut-larut," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Eka Viora menambahkan, untuk mengurangi dampak psikologi terhadap pengungsi, khususnya anak-anak sudah seharusnya tempat pengungsian disiapkan terlebih dahulu sebelum erupsi terjadi.

"Selain itu juga harus disiapkan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan menggerakan seluruh SDM petugas kesehatan dan kader," tukas Eka.

Baca berita:
Saat bencana, pendidikan anak sering terlupakan
(kri)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Oarfish, Ikan Kiamat...
Oarfish, Ikan Kiamat yang Dikaitkan dengan Bencana Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved