Menko Kesra sebut penduduk Indonesia di ambang overload

Rabu, 12 Februari 2014 - 22:10 WIB
Menko Kesra sebut penduduk...
Menko Kesra sebut penduduk Indonesia di ambang overload
A A A
Sindonews.com - Partai politik (parpol) diminta menjadikan isu pengendalian kependudukan menjadi bagian penting di dalam perencanaan sasaran politik.

Hal itu dikarenakan jumlah laju kependudukan masih jauh dari target 1 persen, sedangkan saat ini mencapai 1,49 persen.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan, pemilu tahun ini dapat menjadi wadah untuk setiap partai parpol menjadikan masalah kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) di setiap rancangan kerja.

Menurutnya, melalui konsep yang dirancang oleh calon anggota legislatif (caleg) bahkan calon presiden (capres), dapat membantu pemerintahan mendatang.

“Jumlah kependudukan kita sudah ‘lampu merah’. Jika tidak dikendalikan dengan serius, tentu target yang direncanakan 2035 dengan jumlah 308 juta penduduk dapat melebihi,” kata Agung saat ditemui di acara Rakernas BKKBN 2014, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Politikus Partai Golkar ini menegaskan, isu pembangunan kependudukan serta dinamika masalah kependudukan dalam proses pembangunan berkelanjutan, menjadi isu penting saat ini.

Mengingat indikator program selama 10 tahun tetap diangka 2,6. Saat ini kebanyakan daerah hanya ‘menempel’ struktur Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) di kantor pemerintah daerah (pemda). Namun, tidak ada fungsi yang dijalankan dalam pengendalian laju penduduk.

Selain itu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) juga harus diperhatikan, jangan sampai permasalahan KKB tidak dianggarkan khusus atau bertindihan dengan lainya.

“Jangan jadi tempelan saja. Pemda harus menunjukkan kinerja dalam berpolitik yang baik. Untuk itu perlu dilihat dari visi misi caleg tersebut," ucapnya.

Agung mengaku, isu kependudukan berkiatan dengan demografi. Hal ini diperlukan upaya perbaikan yang bermanfaat dan didukung oleh langkah nyata dalam segi pendidikan dan kesehatan.

Selanjutnya akan dilakukan koordinasi khusus antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala BKKBN untuk berkoordinasi lebih intensif sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) dan peraturan yang berlaku.

“Hal ini sudah didasari oleh UU yang dimiliki, tinggal dilakukan implementasi nyata yang dilakukan pemerintah kabupaten atau kota,” tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Layanan KB...
Tingkatkan Layanan KB Lewat Inovasi, Kemendukbangga/BKKBN Berikan Apresiasi
Kesetaraan Gender dalam...
Kesetaraan Gender dalam Ber-KB
Kota Parepare Terbaik...
Kota Parepare Terbaik Nasional Pendataan Keluarga 2021
Gandeng TNI, Baksos...
Gandeng TNI, Baksos KB Dilaksanakan di Kota Parepare
Perempuan Masih Enggan...
Perempuan Masih Enggan Menggunakan Alat Kontrasepsi, Ini Kata DKT Indonesia
Jelang Hari Keluarga...
Jelang Hari Keluarga Nasional, Pelayanan KB Serentak se-Indonesia Merambah Perbatasan RI-Australia
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved