Protes KRI Usman Harun, upaya provokasi politik Singapura

Rabu, 12 Februari 2014 - 08:39 WIB
Protes KRI Usman Harun,...
Protes KRI Usman Harun, upaya provokasi politik Singapura
A A A
Sindonews.com - Protes pemerintah Singapura terhadap penamaan KRI Usman Harun menuai kecaman dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Lantas, apakah ini bentuk provokasi politik dan diplomatik pemerintah Singapura terhadap Indonesia?

Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, Singapura tengah memanfaatkan Indonesia untuk melakukan manuver politik. Menurutnya, Indonesia sengaja dijadikan sasaran karena sedang fokus menyiapkan diri menghadapi pemilu.

"Masalahnya bukan siapa yang disasar tapi pada pelaksanaan pemilu kepemimpinan politik di Indonesia melemah dan Singapura tahu benar hal tersebut," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (12/2/2014).

Sehingga, lanjutnya, melemparkan isu dan provokasi dilakukan dengan asumsi bahwa konsolidasi politik di Indonesia tidak cukup baik untuk meresponsnya. Selain itu, pemerintah Singapura sedang berusaha memetakan siapa tokoh atau pihak yang paling bereaksi keras akan polemik tersebut.

"Itu salah satunya. Lainnya ingin memperjelas apakah kepentingan Singapura akan terganggu di Indonesia saat kepemimpinan baru di Indonesia akan akomodatif atau sebaliknya," tandasnya.

Polemik KRI Usman Harun muncul karena adanya protes Singapura terhadap penamaan itu. Pihak Singapura berpendapat Usman Harun merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada 10 Maret 1965.

Adapun nama Usman Harun, merupakan gabungan dari nama dua marinir Indonesia, yaitu Usman Janatin dan Harun Said yang dianggap terlibat pemboman di sebuah bangunan di Orchard Road pada tahun 1965.

Dua marinir Indonesia itu, telah dieksekusi dengan hukuman gantung di Singapura, karena dianggap bersalah dalam pemboman tersebut. Jenazah keduanya telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Baca berita:
Usman Harun mampu jatuhkan pesawat tempur
Ketua DPR: Penamaan KRI Usman Harun hak kita
(kri)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Resmi Sertijab, Posisi...
Resmi Sertijab, Posisi Wagub AAL Kini Dijabat Laksma TNI Arif Badrudin
Laksamana Malahayati...
Laksamana Malahayati Menginspirasi TNI Angkatan Laut
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Peringatan HUT ke-79...
Peringatan HUT ke-79 TNI Angkatan Laut
5 Negara Asia dengan...
5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga
Berita Terkini
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved