Hasil sadapan KPK, Deviardi goda Artha Meris

Selasa, 11 Februari 2014 - 17:13 WIB
Hasil sadapan KPK, Deviardi...
Hasil sadapan KPK, Deviardi goda Artha Meris
A A A
Sindonews.com - Deviardi terdakwa kasus suap di lingkungan SKK Migas mulai menggoda Dirut PT Parna Raya, Artha Meris Simbolon, saat dimintai tolong terkait penurunan formula harga gas ke Kementerian Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Diawal pembicaraan telepon antara Deviardi dan Artha Meris yang tersadap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ardi sapaan Deviardi mulai menggoda perempuan berambut lurus terurai itu.

Bahkan, Ardi telihat perhatian ketika Artha Meris memberitahu, anaknya tengah sakit. Berikut percakapan yang diputar Jaksa KPK di persidangan Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Deviardi: Halo Meris
Meris: Iya bang, abang di mana sekarang bang
Deviardi: Abang ada dihatimu. Abang di Kemang. Abang susul kemana
Meris: Mohon izin bang, kalau, Aku kan sekarang kan otw ke rumah, karena anakku panas
Deviardi: Kenapa? Udah dibawa ke rumah sakit?
Deviardi: Yang cewe lucu itu?
Meris: Maksudnya aku, bisa enggak bang aku anterin drivernya Meris yang ke kantor bang. Maksudnya Meris kira-kira di mana ya bang
Deviardi: Di McDonald Kemang biar dia gampang
Meris: Nitip ya bang, salam buat Pak Rudi

Namun, pembicaraan itu langsung dibantah oleh Artha Meris, pasalnya bukan suara dirinya. "Tidak (tahu) pak, ini mirip (dengan saya), tapi bukan suara saya," kata Meris.

Sementara, Deviardi tak membantah bahwa rekaman yang diperdengarkan jaksa suara dirinya dengan Artha Meris. Meski Deviardi mengakui, tapi tidak dengan Artha Meris. "Itu keterangan palsu pak, (keterangan) Beliau (Deviardi," imbuhnya.

Lantas majelis hakim memperingatkan saksi mengenai kewajibannya ketika memberikan keterangan di persidangan. Hakim memperingatkan, keterangan saksi sudah disumpah dan sinyalir tidak benar, maka bisa disidik dengan perkara keterangan palsu.

Kemudian, jaksa kembali memutarkan rekaman hasil sadapan penyidik KPK. Dalam rekaman lanjutan yang diputar di persidangan, Deviardi kembali menggoda Artha meris, putri dari Marihad Simbolon, Presiden Komisaris Kaltim Parna Industri.

"Bad news apa good news bang?" tanya Meris.

Lantas Ardi menjawab, "(Tertawa) Good news, kalau buat Meris apa siy yang enggak buat kamu kecuali uang dan cinta,".

Dengan nada genit Artha Meris menimpalinya. "Halah si abang, ini masih puasa loh bang,". "Apa siy yang enggak buat Meris, semua abang berikan buat Meris itu," kata Ardi kembali menggoda.

Lantas, Meris meminta surat rekomendasi soal harga gas diteruskan ke Rudi, terdakwa dalam kasus ini. "Bilangin ke Pak Rudi bang," katanya.

"Hari Rabu ya Meris, ketemu bapak, Pak Popy," pinta Ardi.

Artha Meris bantah terkait dalam sadapan KPK
(maf)
Berita Terkait
KPK Tegaskan Informasi...
KPK Tegaskan Informasi Laporan Penyelidikan Dugaan Korupsi ESDM Bocor Tak Benar
KPK Ungkap Trik Oknum...
KPK Ungkap Trik Oknum Pegawai Kementerian ESDM Manipulasi Dana Tukin
Memalukan, 9 PNS Kementerian...
Memalukan, 9 PNS Kementerian ESDM Ditahan Terkait Kasus Korupsi Tukin
Gedung Minerba Digeledah...
Gedung Minerba Digeledah KPK, Menteri ESDM: Dugaan Korupsi Tukin
Menteri ESDM Pecat 10...
Menteri ESDM Pecat 10 PNS Tersangka Korupsi Tukin
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana Tukin Kementerian ESDM, KPK Tetapkan 10 Orang jadi Tersangka
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved