Biaya kampanye caleg per orang diprediksi mencapai Rp2 M
Selasa, 11 Februari 2014 - 16:47 WIB
Biaya kampanye caleg per orang diprediksi mencapai Rp2 M
A
A
A
Sindonews.com - Sistem tandem (paket) pembiayaan kampanye antar caleg DPR dan DPRD tingkat I dan II diprediksi menghabiskan biaya besar. Biaya kampanye caleg ditaksir mencapai Rp2 miliar jika ditanggung sendiri. Namun jika menggunakan cara tandem atau gabungan pembiayaan, jumlahnya ditaksir mencapai Rp6 miliar.
Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto memprediksi jumlah paling kecil uang yang bakal dikeluarkan untuk caleg DPR sendiri minimal Rp200 juta, Caleg DPRD provinsi Rp100 juta dan Caleg DPRD kabupaten kota Rp50 juta.
Sementara Caleg DPR dengan sistem tandem jumlah uang yang bakal dikeluarkan minimal Rp500 juta, DPRD Provinsi 200 juta dan caleg DPRD kabupaten/kota 100 juta
"Tidak ada parpol yang iuran anggotanya jalan hari ini. Tandem biaya kampanye yang disebut bisa menghemat kenyataannya tidak seperti diangankan, karena persaingan antarcalon dalam partai sangat tinggi," kata Didik, dalam acara diskusi pemilu di Media Center KPU, Jakarta, Selasa (11/2/2014).
Dia menambahkan, pembiayaan paling besar untuk caleg DPRD I, II diprediksi sangat beragam. Hal ini tergantung jenis belanja kampanye dan operasional kegiatan kampanye caleg.
"Karena tidak ada batasan, maka partai yang paling masif, paling kenceng (dana kampanye) maka dia peluang menangnya lebih besar," terangnya.
Berita:
PPATK ingin rekening caleg diatur dalam MoU
Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto memprediksi jumlah paling kecil uang yang bakal dikeluarkan untuk caleg DPR sendiri minimal Rp200 juta, Caleg DPRD provinsi Rp100 juta dan Caleg DPRD kabupaten kota Rp50 juta.
Sementara Caleg DPR dengan sistem tandem jumlah uang yang bakal dikeluarkan minimal Rp500 juta, DPRD Provinsi 200 juta dan caleg DPRD kabupaten/kota 100 juta
"Tidak ada parpol yang iuran anggotanya jalan hari ini. Tandem biaya kampanye yang disebut bisa menghemat kenyataannya tidak seperti diangankan, karena persaingan antarcalon dalam partai sangat tinggi," kata Didik, dalam acara diskusi pemilu di Media Center KPU, Jakarta, Selasa (11/2/2014).
Dia menambahkan, pembiayaan paling besar untuk caleg DPRD I, II diprediksi sangat beragam. Hal ini tergantung jenis belanja kampanye dan operasional kegiatan kampanye caleg.
"Karena tidak ada batasan, maka partai yang paling masif, paling kenceng (dana kampanye) maka dia peluang menangnya lebih besar," terangnya.
Berita:
PPATK ingin rekening caleg diatur dalam MoU
(kur)