Terkait Corby, pemerintah dinilai tak transparan

Jum'at, 07 Februari 2014 - 07:06 WIB
Terkait Corby, pemerintah...
Terkait Corby, pemerintah dinilai tak transparan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dinilai tidak transparan di balik keputusan memberikan pemotongan masa tahanan dan rencana pembebasan Ratu Mariyuana Schapelle Leigh Corby. Dari pada mengundang kecurigaan, pemerintah disarankan mengungkapkan ke publik jika memang ada kerja sama pertukaran tahanan dengan pemerintah Australia.

"Dulu ketika presiden memberikan grasi ke Corby, kabarnya bargaining-nya nelayan-nelayan Indonesia yang ditangkap Australia. Pada saat itu diduganya itu, bukan pada pertukaran kejahatan korupsi. Pemerintah sendiri tidak transparan dalam hal ini, sehingga publik menduga-duga," ujar Pakar Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakir saat dihubungi Sindonews, Jumat (7/2/2014).

Mudzakir menuturkan, dengan lantang mengkritik ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan memberikan grasi kepada Corby. Ia menilai, tidak berseimbang jika perkara narkoba sebagai kejahatan serius di Indonesia, ditukar dengan pelanggar lintas batas yang masuk kategori kejahatan administratif.

"Masa administratif crime ditukar sama kejahatan serius. Implikasinya apa karena pada saat itu Indonesia disegani keras terhadap tindak pidana narkoba. Tiba-tiba pimpinannya sendiri mentoleransi dengan memberikan hukuman yang meringankan bagi kejahatan narkoba," tandasnya.

Menurut Mudzakir, perlakuan istimewa yang diberikan kepada Corby sama saja dengan memberikan pesan kepada negara-negara di dunia, bahwa Indonesia telah merubah kebijakan yang keras menjadi lunak. Yang kedua, lanjutnya, pemerintah memberi pesan kepada jaringan narkoba internasional bahwa Indonesia sudah melunak.

"Berarti sama dengan memberi undangan kepada mereka untuk datang ke Indonesia. Seolah-olah begitu kesannya, walaupun tidak ada maksud itu. Tapi kan orang membaca kebijakan seperti itu," tegasnya.

Baca berita:
Menkum HAM: Pembebasan Corby bukan karena pemerintah
(kri)
Berita Terkait
207 Warga Binaan di...
207 Warga Binaan di Rutan Pangkep Terima Remisi Kemerdekaan
Sebanyak 13.851 Napi...
Sebanyak 13.851 Napi di Jatim Dapat Remisi Khusus Idul Fitri
Napi Kasus Asusila di...
Napi Kasus Asusila di Kota Parepare Dapat Remisi Bebas
7.577 Napi di Sumsel...
7.577 Napi di Sumsel akan Terima Remisi Kemerdekaan, 91 Langsung Bebas
61 Warga Binaan Rutan...
61 Warga Binaan Rutan Salatiga Terima Remisi Idulfitri, 2 Or Bebas
121.026 Narapidana Terima...
121.026 Narapidana Terima Remisi Khusus Lebaran, 550 Orang Langsung Bebas
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved