JK ungkap sumber bencana banjir

Rabu, 29 Januari 2014 - 19:17 WIB
JK ungkap sumber bencana...
JK ungkap sumber bencana banjir
A A A
Sindonews.com - Bencana banjir yang melanda Indonesia belakangan ini diduga kuat bersumber dari kerusakan lingkungan yang diakibatkan ulah manusia. Solusinya adalah dengan memperbaiki kerusakan lingkungan jika tak ingin bencana terulang.

Ketua Palang Mirah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, gundulnya hutan dan bukit yang dipenuhi pemukiman warga menyebabkan air tumpah ke pemukiman. Padahal, air ini harusnya mengalir ke kawasan hijau yang luasnya semakin sempit.

"Teorinya kenapa air itu masuk ke satu tempat, karena sudah tidak ada lagi tempat penyimpan air di gunung," kata JK saat menerima bantuan untuk korban bencana banjir dari PT Sido Muncul di Kantor PMI Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, kawasan resapan air di Jakarta luasnya semakin memprihatinkan. Maka itu, perbaikan lingkungan dari hulu dan hilir perlu dilakukan. Lanjutnya, perbaikan itu bisa dengan melakukan normalisasi fungsi sungai dan perbaikan saluran air.

Kemudian, masyarakat yang tinggal di pinggir kali dipindahkan ke rumah susun. "Itu saja, tapi harus dilakukan serentak," terangnya.

Menurutnya, upaya mengatasi banjir harus dilakukan secara komprehensif. Penanganan banjir tidak bisa hanya membenahi kondisi lingkungan di hulu. Sementara sungai tidak berfungsi dengan baik.
Sebaliknya, jika sungai berfungsi dengan lancar tetapi hulunya tidak diperbaiki, dampaknya akan sama, banjir tetap melanda. "Mau lancar tapi orang tinggal di pinggir kali. Jadi harus serentak," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi banjir yang rutin terjadi setiap tahun di Jakarta setidaknya pada tahap awal dibutuhkan Rp25 triliun. Sementara Rp10 triliun lagi dibutuhkan untuk keperluan normalisasi fungsi sungai dan memperbaiki kawasan hutan di kawasan Puncak Bogor. Sedangkan Rp15 triliun lagi dialokasikan untuk membangun rumah susun warga. "Jadi tahap pertama itu dulu yang mesti dilakukan," tambahnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengaku prihatin dengan bencana yang terjadi di berbagai daerah. Sebagai bentuk kepedulian, pihaknya memberi bantuan sebesar 3.000 paket sembako dan obat-obatan senilai Rp300 juta.

Bantuan itu diberikan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban warga yang tertimpa musibah."Kita berpartisipasi memberi bantuan," kata Irwan.

Sebelumnya bantuan serupa telah diberikan kepada korban bencana banjir di wilayah Jakarta. Bantuan itu diberikan lewat PMI di lima wilayah di Jakarta. Irwan mengaku pihaknya juga bekerjasama dengan Mabes TNI AD dengan bantuan sebesar Rp 200 juta. Total bantuan yang telah diberikan bagi korban banjir dan tanah longsor mencapai Rp 700 juta.

Berita:
19.357 prajurit TNI bantu atasi banjir
(kur)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved