Dana tak maksimal, Polri terpaksa rogoh kocek sendiri
Rabu, 29 Januari 2014 - 17:41 WIB
Dana tak maksimal, Polri terpaksa rogoh kocek sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian RI (Polri) akan merogoh kantong sendiri jika permintaan dana pengamanan pemilu tambahan sebesar Rp600 miliar tidak dikabulkan.
Mabes Polri merasa dana pengamanan pemilu sebesar Rp1 triliun yang diperolehnya dari pemerintah masih kurang. Mereka berharap nilai itu bisa ditambah menjadi Rp1,6 triliun.
"Sehingga program yang Rp600 miliar itu, bila negara tidak ada kita gunakan anggaran kita," ucap Kapolri Jenderal Pol Sutarman Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
"Kita akan ambil dari anggaran kita yang lain dengan menghentikan program lainnya. Merevisi DIPA, Polri kan punya anggaran Rp44 triliun. Mungkin yang Rp600 miliar itu diambil dari sana, kita alihkan dan kita revisi DIPA-nya," jelasnya.
Sutarman mengaku sudah enam kali mengirimkan surat untuk meminta anggaran Polri yang semula direncanakan Rp3,5 triliun. Namun pemerintah hanya memberikan Rp1 triliun.
Dengan Rp1 triliun, diakui Sutarman, Korps Bhayangkara ini terpaksa mengurangi program-programnya yang sudah dianggarkan sebelumnya.
"Sudah diputuskan diambil dari anggaran BA 999 yang dimasukkan menjadi Dipa Polri Anggaran 060 Polri. Sudah Rp 1 triliun tetapi kita tetap akan berupaya karena itu kurang, minimalnya adalah Rp1,6 triliun dan itu pun sangat minimal," katanya.
"Kemudian untuk Linmas, kita sudah kordinasi dengan KPU bahwa Linmas akan dibiayai oleh KPU," terangnya.
Baca:
Polri akui telah terima Rp1 T untuk pemilu
Polri minta tambahan Rp600 miliar untuk pemilu
Mabes Polri merasa dana pengamanan pemilu sebesar Rp1 triliun yang diperolehnya dari pemerintah masih kurang. Mereka berharap nilai itu bisa ditambah menjadi Rp1,6 triliun.
"Sehingga program yang Rp600 miliar itu, bila negara tidak ada kita gunakan anggaran kita," ucap Kapolri Jenderal Pol Sutarman Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
"Kita akan ambil dari anggaran kita yang lain dengan menghentikan program lainnya. Merevisi DIPA, Polri kan punya anggaran Rp44 triliun. Mungkin yang Rp600 miliar itu diambil dari sana, kita alihkan dan kita revisi DIPA-nya," jelasnya.
Sutarman mengaku sudah enam kali mengirimkan surat untuk meminta anggaran Polri yang semula direncanakan Rp3,5 triliun. Namun pemerintah hanya memberikan Rp1 triliun.
Dengan Rp1 triliun, diakui Sutarman, Korps Bhayangkara ini terpaksa mengurangi program-programnya yang sudah dianggarkan sebelumnya.
"Sudah diputuskan diambil dari anggaran BA 999 yang dimasukkan menjadi Dipa Polri Anggaran 060 Polri. Sudah Rp 1 triliun tetapi kita tetap akan berupaya karena itu kurang, minimalnya adalah Rp1,6 triliun dan itu pun sangat minimal," katanya.
"Kemudian untuk Linmas, kita sudah kordinasi dengan KPU bahwa Linmas akan dibiayai oleh KPU," terangnya.
Baca:
Polri akui telah terima Rp1 T untuk pemilu
Polri minta tambahan Rp600 miliar untuk pemilu
(hyk)