PDIP ragukan uang saksi dari APBN tepat sasaran

Selasa, 21 Januari 2014 - 19:53 WIB
PDIP ragukan uang saksi...
PDIP ragukan uang saksi dari APBN tepat sasaran
A A A
Sindonews.com - Anggaran yang disiapkan untuk membiayai pengadaan mitra pengawas pemilu dan saksi 12 partai politik (parpol) di setiap tempat pemungutan suara (TPS) perlu mendapatkan pencermatan serius.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo mengatakan, ada hal yang harus diperhatikan oleh parpol terkait biaya saksi dari negara yaitu adanya pemakaian uang dari APBN untuk pembiayaan saksi partai peserta pemilu. Sebab, belum tentu anggaran tersebut tepat sasaran.

"Isu krusial yang harus bisa dijawab, apakah partai mampu menjamin bahwa uang saksi dari negara akan sampai kepada saksi partai di setiap TPS? Bagaimana proses penyerahannya? Lewat KPU/Bawaslu langsung dibagikan ke parpol?" kata Tjahjo, di Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Karena, menurut dia, apabila setelah pelaksanaan pemungutan suara kemudian diketahui ada uang negara yang ternyata tidak sampai kepada saksi, maka hal tersebut akan masuk ke pidana korupsi. Kekhawatiran utama adalah ada banyak indikasi struktur partai bermasalah dan terkena tuduhan korupsi dana saksi yang sumbernya dari keuangan negara.

Karena itu, kata dia, lebih baik partai membiayai saksinya masing-masing daripada terjerat penyalahgunaan keuangan negara. "Hal ini harus matang jadi pertimbangan parpol-parpol," ujarnya.

Tjahjo menegaskan, kalau tidak clear sejak awal terkait biaya saksi yang ditanggung negara, justru akan menjadi bom waktu bagi seluruh parpol. Sebab, tidak mungkin seluruh parpol akan mampu mengawasi penggunaannya sampai di tingkat TPS.

Kecuali semua parpol siap sampai pengawasan di struktur tingkat desa/kelurahan. "Sementara tanggung jawab pemakaian dana tersebut berada pada pucuk pimpinan partai," ungkapnya.

Baca berita:
KPU dukung saksi parpol dibiayai negara
(kri)
Berita Terkait
Khawatir Pemilu 2024...
Khawatir Pemilu 2024 Bar-bar, Revisi Anggaran Perlu Didorong
Dehidrasi Demokrasi...
Dehidrasi Demokrasi dan Politik
Alokasi Anggaran Pemilu...
Alokasi Anggaran Pemilu 2024 Capai Rp38 Triliun, Sri Mulyani: Antisipasi 2 Putaran
Anggaran Pemilu 2024...
Anggaran Pemilu 2024 Disepakati Rp76 Triliun
Anggaran Pemilu dan...
Anggaran Pemilu dan Kegamangan yang Berulang
Penetapan Jadwal Pemilu...
Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Molor, Anggaran dan Persiapan Teknis Terdampak
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved