Jakarta kebanjiran, pindah ibu kota bukan solusi

Selasa, 21 Januari 2014 - 12:39 WIB
Jakarta kebanjiran,...
Jakarta kebanjiran, pindah ibu kota bukan solusi
A A A
Sindonews.com - Nama Provinsi Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali disebut-sebut sebagai kota yang layak menggantikan Jakarta dalam wacana pemindahan ibu kota negara ke lokasi yang lebih aman dari bencana.

Hal itu dikatakan Pakar Planologi dan Tata Kota Institut Teknologi Bandung (ITB), Edward Sihombing. Menurutnya, namun tidak semua pihak bersepakat dan menerima begitu saja ide pemindahan kota pusat pemerintahan tersebut.

Dia mengungkapkan, pemindahan ibu kota bukan perkara sederhana dan wacana tersebut muncul seolah hanya untuk mengalihkan dari permasalahan sebenarnya yang sedang dihadapi Jakarta sebagai sebuah kota.

"Persoalannya bukan sekadar pemindahan ibu kota tapi ketaatan pada undang-undang tata ruang dan tata lingkungan. Lagipula, Palangkaraya saat ini juga bermasalah dalam hal tata ruang dan tata lingkungan terkait penambangan batubara dan penggundulan hutan," kata Edward dalam rilisnya, Selasa (21/1/2014).

Menurut Edward, masalah terbesar yang dihadapi kota-kota di seluruh Indonesia, bukan hanya Jakarta adalah, ketidakpatuhan penyelenggara pemerintahan terhadap hukum bidang tata ruang dan tata lingkungan.

Pelanggaran-pelanggaran terjadi dan membuat pembangunan kota yang terencana secara jangka panjang sulit dilakukan. "Bukan wacana pemindahan ibu kota yang seharusnya jadi prioritas," ungkapnya.

"Semua harus tunduk terlebih dahulu pada persoalan Tata Ruang dan Tata Lingkungan. Supremasi hukum bidang ini harus dikedepankan," imbuhnya.

Persoalan hukum tata kota dan tata lingkungan ini, menurut Edward, bukan melulu soal menentukan di mana akan dibangun ibu kota pengganti Jakarta yang rawan bencana dan terbukti tidak strategis menjangkau keseluruhan teritorial Indonesia.

"Ya, bukan cuma urusan ibu kota. Semua penataan tata guna tanah dan tata guna bangunan harus sesuai aturan perundang-undangan maupun peraturan daerah," lanjut Edward.

Untuk mengusut pelanggaran pembangunan di Jakarta yang sudah terlanjur rumit selama bertahun-tahun, Edward mengusulkan, agar dibentuk tim independen dari perguruan tinggi, pakar tata kota, dan pakar tata lingkungan.

"Tim independen ini yang bertugas mengusut tuntas pelanggaran hukum dan kongkalikong bisnis perijinan di Pemda DKI yang merugikan negara dan mendatangkan bencana, banjir setiap musim hujan, misalnya," paparnya.

Banjir Jakarta diprediksi berkurang drastis pada 2016
(maf)
Berita Terkait
Denny JA Sebut Memindahkan...
Denny JA Sebut Memindahkan Ibu Kota Perlu Pemimpin yang Berani
6 Negara yang Gagal...
6 Negara yang Gagal Memindahkan Ibu Kota Negaranya
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Pemuda Sulsel Didorong...
Pemuda Sulsel Didorong Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved