SBY terkesan pentingkan partai ketimbang korban bencana
Senin, 20 Januari 2014 - 19:12 WIB
SBY terkesan pentingkan partai ketimbang korban bencana
A
A
A
Sindonews.com - Kepergian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bali di tengah bencana yang terjadi pada sejumlah daerah terus mendapatkan kritikan.
Kali ini datang dari politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tb Hasanuddin. Menurutnya, SBY bisa lebih dahulu menengok lokasi bencana dengan fasilitas yang dimilikinya sebelum akhirnya melanjutkan agendanya.
"Ini kesannya mementingkan partai ke Bali, padahal sebelum ke Bali bisa roadshow ke lokasi bencana," kata Tb Hasanudin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2014).
"Ini tentang perasaan, mestilah SBY datang ke Manado, ke Sinabung, atau naik heli, lalu keliling ke arah Pantura tapi punya gambaran untuk memutuskan," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi I ini meyakini andai itu dilakukan kepala negara maka semua pihak yang telah masuk ke dalam agendanya bisa memaklumi.
"Kalau pas ada acara partai kalau perlu digantikan dahulu, lalu balik dahulu (ke lokasi bencana). Kader disuruh nunggu lima jam bisa kok dari Bali ke Manado. Kalau skala prioritasnya tepat sesuai perasaan, urusan dia bisa terpenuhi semuanya," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie menegaskan SBY ke Bali sebagai bagian dari kunjungan kerjanya menghadiri Munas XIII Gapensi, ada pun kehadirannya pada acara Partai Demokrat bukan agenda utama kepergiannya itu.
Baca berita:
Istana bantah SBY kesampingkan korban banjir
Kali ini datang dari politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tb Hasanuddin. Menurutnya, SBY bisa lebih dahulu menengok lokasi bencana dengan fasilitas yang dimilikinya sebelum akhirnya melanjutkan agendanya.
"Ini kesannya mementingkan partai ke Bali, padahal sebelum ke Bali bisa roadshow ke lokasi bencana," kata Tb Hasanudin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2014).
"Ini tentang perasaan, mestilah SBY datang ke Manado, ke Sinabung, atau naik heli, lalu keliling ke arah Pantura tapi punya gambaran untuk memutuskan," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi I ini meyakini andai itu dilakukan kepala negara maka semua pihak yang telah masuk ke dalam agendanya bisa memaklumi.
"Kalau pas ada acara partai kalau perlu digantikan dahulu, lalu balik dahulu (ke lokasi bencana). Kader disuruh nunggu lima jam bisa kok dari Bali ke Manado. Kalau skala prioritasnya tepat sesuai perasaan, urusan dia bisa terpenuhi semuanya," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie menegaskan SBY ke Bali sebagai bagian dari kunjungan kerjanya menghadiri Munas XIII Gapensi, ada pun kehadirannya pada acara Partai Demokrat bukan agenda utama kepergiannya itu.
Baca berita:
Istana bantah SBY kesampingkan korban banjir
(kri)