Wiranto & HT kompak kunjungi korban banjir
Senin, 20 Januari 2014 - 18:48 WIB
Wiranto & HT kompak kunjungi korban banjir
A
A
A
Sindonews.com - Calon Presiden Partai Hanura Wiranto mengunjungi korban banjir di Posko Penampungan Banjir di RS Hermina, Jakarta Timur.
Dalam cuaca gerimis, mantan Panglima ABRI itu nekat menerobos genangan air setinggi satu meter di Gang Anwar II, Kampung Melayu, Jakarta Timur, untuk menyapa para warga yang masih berada di lantai atas rumah. Wiranto yang datang dengan menggunakan kaos kerah oranye berlambang Hanura tak ragu untuk turun ke dalam air.
Padahal, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia ini tidak memiliki kesiapan yang cukup. Ia merelakan pakaiannya basah terkena air keruh aliran Kali Ciliwung.
Wiranto terus berjalan hingga air tingginya mencapai dada. Namun langkah itu segera dihentikan warga sekitar. Para warga mengingatkan kedalaman air bertambah tinggi di ujung gang tersebut. Wiranto pun melarang kadernya terutama wanita untuk ikut turun. "Saya mau menyapa warga yang masih di atas, yang belum dievakuasi," ujar Wiranto kepada wartawan Senin, (20/1/2014).
Mendengar peringatan warga, Ketua Umum Partai Hanura itu akhirnya memutuskan keluar dari genangan air. Suami dari Rugaiya Usman Wiranto itu kemudian mengunjungi korban banjir yang berada di Posko Pengungsian RS Hermina dan berbincang dengan warga.
Setelahnya, Wiranto membagikan bantuan berupa mie instan dan obat-obatan serta cemilan ringan untuk anak-anak, yang diserahkan secara simbolis.
"Hari ini saya meninjau, walaupun memang tim WIN-HT sudah turun sejak awal banjir. Kami melihat kondisinya sangat mengkhawatirkan, kami lihat lokasi penampungan ada hal-hal yang masih kurang. Tentu ini akan dibicarakan, diimbau kepada seluruh kader agar selalu peduli sesuai dengan semboyan kami," tegasnya.
Wiranto menegaskan, pihaknya akan memberikan bantuan tidak hanya pada korban bencana banjir di Jakarta melainkan di seluruh daerah di Indonesia. "Saya ingin bertemu dengan masyarakat. Di lantai atas masih ada yang belum mengungsi karena takut barangnya hilang. Harus dikoordinasikan dengan pihak pengamanan untuk menjaga barang-barang masyarakat yang ditinggal," ujarnya.
Di tempat terpisah, Calon Wakil Presiden Partai Hanura Harry Tanoesoedibjo juga menyempatkan mengunjungi dapur umum yang terletak di Gudang Peluru, Kebon Baru, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya CEO MNC grup ini juga menyapa pengungsi yang berada di sebuah sekolah tidak jauh dari dapur umum.
Selain mengunjungi pengungsi, HT juga memberikan bantuan berupa paket mi instan. "Karena saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan makanan instan," katanya.
Dia melanjutkan, dirinya juga berpesan kepada para pengungsi untuk tetap tabah menghadapi cobaan ini. Menurutnya, Banjir bukan satu masalah baru. Sejak awal tahun 2000 Jakarta sudah tenggelam. Mestinya pemerintah bukan lagi bertindak reaktif tetapi melakukan antisipasi.
"Kalau memang tidak pernah kan berbeda, tapi ini kan sudah ada peristiwa tetapi seperti dibiarkan berulang kembali," katanya di sela-sela pemberian bantuan di kawasan Gudang Peluru, Jakarta Selatan.
HT menegaskan, mestinya dalam membangun kota itu sudah ada visi bukan reaktif melainkan bagaimana mencari solusi karena hal seperti ini bisa dipikirkan. Pemikiran jangka panjang dalam membangun kota juga mesti dipikirkan, pasalnya semakin maju kota maka semakin banyak masalah.
Tetapi, masalah-masalah yang timbul bisa diprediksi. Dia mencontohkan, saat ini banyak anak muda yang nantinya akan menikah, memiliki anak dan membutuhkan tempat tinggal.
Dari ini sebenarnya kita bisa prediksi, nantinya akan ada pertumbuhan masalah ekonomi. Jika anak muda sudah berkeluarga maka butuh rumah, jika ekonominya lumayan membutuhkan mobil, sehingga jangan reaktif dalam mengambil keputusan melainkan harus solutif.
"Harus ada pembenahan tata kota yang baik, sehingga bisa mengatasi masalah yang ada di ibu kota," tegasnya.
Baca berita:
HT: Saya & Wiranto saling melengkapi
Dalam cuaca gerimis, mantan Panglima ABRI itu nekat menerobos genangan air setinggi satu meter di Gang Anwar II, Kampung Melayu, Jakarta Timur, untuk menyapa para warga yang masih berada di lantai atas rumah. Wiranto yang datang dengan menggunakan kaos kerah oranye berlambang Hanura tak ragu untuk turun ke dalam air.
Padahal, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia ini tidak memiliki kesiapan yang cukup. Ia merelakan pakaiannya basah terkena air keruh aliran Kali Ciliwung.
Wiranto terus berjalan hingga air tingginya mencapai dada. Namun langkah itu segera dihentikan warga sekitar. Para warga mengingatkan kedalaman air bertambah tinggi di ujung gang tersebut. Wiranto pun melarang kadernya terutama wanita untuk ikut turun. "Saya mau menyapa warga yang masih di atas, yang belum dievakuasi," ujar Wiranto kepada wartawan Senin, (20/1/2014).
Mendengar peringatan warga, Ketua Umum Partai Hanura itu akhirnya memutuskan keluar dari genangan air. Suami dari Rugaiya Usman Wiranto itu kemudian mengunjungi korban banjir yang berada di Posko Pengungsian RS Hermina dan berbincang dengan warga.
Setelahnya, Wiranto membagikan bantuan berupa mie instan dan obat-obatan serta cemilan ringan untuk anak-anak, yang diserahkan secara simbolis.
"Hari ini saya meninjau, walaupun memang tim WIN-HT sudah turun sejak awal banjir. Kami melihat kondisinya sangat mengkhawatirkan, kami lihat lokasi penampungan ada hal-hal yang masih kurang. Tentu ini akan dibicarakan, diimbau kepada seluruh kader agar selalu peduli sesuai dengan semboyan kami," tegasnya.
Wiranto menegaskan, pihaknya akan memberikan bantuan tidak hanya pada korban bencana banjir di Jakarta melainkan di seluruh daerah di Indonesia. "Saya ingin bertemu dengan masyarakat. Di lantai atas masih ada yang belum mengungsi karena takut barangnya hilang. Harus dikoordinasikan dengan pihak pengamanan untuk menjaga barang-barang masyarakat yang ditinggal," ujarnya.
Di tempat terpisah, Calon Wakil Presiden Partai Hanura Harry Tanoesoedibjo juga menyempatkan mengunjungi dapur umum yang terletak di Gudang Peluru, Kebon Baru, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya CEO MNC grup ini juga menyapa pengungsi yang berada di sebuah sekolah tidak jauh dari dapur umum.
Selain mengunjungi pengungsi, HT juga memberikan bantuan berupa paket mi instan. "Karena saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan makanan instan," katanya.
Dia melanjutkan, dirinya juga berpesan kepada para pengungsi untuk tetap tabah menghadapi cobaan ini. Menurutnya, Banjir bukan satu masalah baru. Sejak awal tahun 2000 Jakarta sudah tenggelam. Mestinya pemerintah bukan lagi bertindak reaktif tetapi melakukan antisipasi.
"Kalau memang tidak pernah kan berbeda, tapi ini kan sudah ada peristiwa tetapi seperti dibiarkan berulang kembali," katanya di sela-sela pemberian bantuan di kawasan Gudang Peluru, Jakarta Selatan.
HT menegaskan, mestinya dalam membangun kota itu sudah ada visi bukan reaktif melainkan bagaimana mencari solusi karena hal seperti ini bisa dipikirkan. Pemikiran jangka panjang dalam membangun kota juga mesti dipikirkan, pasalnya semakin maju kota maka semakin banyak masalah.
Tetapi, masalah-masalah yang timbul bisa diprediksi. Dia mencontohkan, saat ini banyak anak muda yang nantinya akan menikah, memiliki anak dan membutuhkan tempat tinggal.
Dari ini sebenarnya kita bisa prediksi, nantinya akan ada pertumbuhan masalah ekonomi. Jika anak muda sudah berkeluarga maka butuh rumah, jika ekonominya lumayan membutuhkan mobil, sehingga jangan reaktif dalam mengambil keputusan melainkan harus solutif.
"Harus ada pembenahan tata kota yang baik, sehingga bisa mengatasi masalah yang ada di ibu kota," tegasnya.
Baca berita:
HT: Saya & Wiranto saling melengkapi
(kri)