Sibuk urusan partai, kepekaan sosial SBY dipertanyakan
Senin, 20 Januari 2014 - 17:14 WIB
Sibuk urusan partai, kepekaan sosial SBY dipertanyakan
A
A
A
Sindonews.com - Rangkap jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat bisa dipahami publik. Namun, tanggung jawab SBY sebagai kepala negara dinilai lebih besar.
Karenanya, Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menyayangkan sikap presiden yang terbang ke Bali menghadiri Munas Gapensi XIII dan temu kader Partai Demokrat.
"Saya dapat memahami, sebagai Ketua Umum SBY memiliki tanggung jawab besar pada partai yang dipimpinnya untuk dapat mempertahankan suara yang terus merosot," katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (20/1/2014).
"Namun, tanggung jawab SBY sebagai presiden jauh lebih besar karena menyangkut nasib rakyatnya yang kini tengah menghadapi berbagai musibah," sambungnya.
Kata dia, saat ini masyarakat khususnya yang menjadi korban bencana di tanah air membutuhkan perhatian dari pemimpinnya. "Rakyat hari-hari ini sangat membutuhkan empati dan perhatian pemimpinnya. Jadi, menjadi tidak elok memang. Saat rakyat berjuang menghadapi bencana, pemimpinnya sibuk urusan partai," tegasnya.
Ia pun berharap, langkah SBY kali ini dijadikan pelajaran agar presiden selanjutnya tak memiliki rangkap jabatan sebagai kepala negara sekaligus pemimpin partai politik.
"Dan ini harus menjadi pelajaran bagi bangsa ini. Ke depan, tidak boleh lagi presiden, wakil presiden dan menteri merangkap sebagai pengurus partai. Apalagi sebagai ketua umum," tutupnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie menegaskan SBY ke Bali sebagai bagian dari kunjungan kerjanya, ada pun kehadirannya pada acara Partai Demokrat bukan agenda utama kepergiannya itu.
Baca berita:
Demokrat bantah SBY tak fokus urus bencana
Istana serang balik kritikan kunker SBY ke Bali
Karenanya, Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menyayangkan sikap presiden yang terbang ke Bali menghadiri Munas Gapensi XIII dan temu kader Partai Demokrat.
"Saya dapat memahami, sebagai Ketua Umum SBY memiliki tanggung jawab besar pada partai yang dipimpinnya untuk dapat mempertahankan suara yang terus merosot," katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (20/1/2014).
"Namun, tanggung jawab SBY sebagai presiden jauh lebih besar karena menyangkut nasib rakyatnya yang kini tengah menghadapi berbagai musibah," sambungnya.
Kata dia, saat ini masyarakat khususnya yang menjadi korban bencana di tanah air membutuhkan perhatian dari pemimpinnya. "Rakyat hari-hari ini sangat membutuhkan empati dan perhatian pemimpinnya. Jadi, menjadi tidak elok memang. Saat rakyat berjuang menghadapi bencana, pemimpinnya sibuk urusan partai," tegasnya.
Ia pun berharap, langkah SBY kali ini dijadikan pelajaran agar presiden selanjutnya tak memiliki rangkap jabatan sebagai kepala negara sekaligus pemimpin partai politik.
"Dan ini harus menjadi pelajaran bagi bangsa ini. Ke depan, tidak boleh lagi presiden, wakil presiden dan menteri merangkap sebagai pengurus partai. Apalagi sebagai ketua umum," tutupnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie menegaskan SBY ke Bali sebagai bagian dari kunjungan kerjanya, ada pun kehadirannya pada acara Partai Demokrat bukan agenda utama kepergiannya itu.
Baca berita:
Demokrat bantah SBY tak fokus urus bencana
Istana serang balik kritikan kunker SBY ke Bali
(kri)