Capres harus teladani pengorbanan Soekarno

Kamis, 09 Januari 2014 - 05:02 WIB
Capres harus teladani...
Capres harus teladani pengorbanan Soekarno
A A A
Sindonews.com - Calon presiden (capres) yang berpartisipasi dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014, harus meniru sikap Presiden RI pertama, Soekarno.

Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens. Menurutnya, Bung Karno memimpin bukan untuk kepentingan diri dan kelompok, melainkan sebuah pengorbanan segenap hidup untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Sikap berkorban, itu yang kurang dimiliki oleh capres. Dan ini nilai minus yang harus segera diubah," kata Boni Hargens, dalam keterangan resminya, Rabu 8 Januari 2014.

Politik bangsa Indonesia hari ini, ujar Boni, sudah terlalu dangkal. Krisis ideologi dan orientasi merupakan masalah yang terjadi dalam setiap kelompok politik. Menurutnya, para capres segera introspeksi diri dan meniru sikap mulia Soekarno sebagai Bapak Bangsa.

"Harus diakui, Soekarno adalah pemimpin sejati, yang banyak bertindak, dan setiap orasinya merupakan refleksi atas apa yang dilakukannya," ucapnya.

"Ia (Soekarno) tidak berhenti pada berkata-kata tetapi bertindak. Ia tidak hanya pandai berpidato, tetapi giat dalam berbuat untuk bangsa dan negaranya. Ini teladan besar yang harus ditiru oleh semua Calon Presiden 2014," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini, kepemimpinan politik masih menjadi tema besar karena persis di situlah akar kebuntuan demokratisasi di negeri ini. Krisis kepemimpinan, lanjut dia, selalu menjadi wacana yang serius menjelang pemilu, termasuk menjelang kontestasi 2014.

Dikatakannya, salah satu alasan mendasar, mengapa terjadi krisis kepemimpinan yakni, bangsa ini selalu lupa pada sejarah. Bangsa ini, kata dia, sering lupa pada Soekarno yang dicatat oleh sejarah sebagai tidak sekadar pendiri Republik ini tetapi juga seorang pemimpin besar di kawasan Asia-Pasifik pada masanya.

"Sayang sekali, sampai hari ini, Bung Karno tidak ditetapkan sebagai Bapak Bangsa. Padahal kebesarannya sudah dikenal di dunia internasional. Untuk itu, kita perlu mendorong pemerintah untuk mengeluarkan keputusan yang menetapkan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Bentuknya bisa melalui Keputusan Presiden (Keppres)," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved