Kasus Anas, efek spekulasi lebih besar dari pembuktian

Jum'at, 03 Januari 2014 - 16:52 WIB
Kasus Anas, efek spekulasi...
Kasus Anas, efek spekulasi lebih besar dari pembuktian
A A A
Sindonews.com - Penasihat hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, menyatakan pada kasus dugaan korupsi proyek Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat, aspek pembuktian hukum cenderung diabaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Firman, justru efek spekulasi hukum lebih besar memengaruhi fakta hukum ketimbang pembuktian hukum yang sebenarnya.

"Saya melihatnya <>zero evidence, masih nol pembuktiannya," kata Firman, saat menyaksikan sidang Tipikor dengan terdakwa mantan Kabiro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2014).

Hal itu dijelaskan Firman sekaligus memberi catatan atas sembilan saksi yang dihadirkan pada persidangan dengan terdakwa Deddy Kusdinar terkait kasus Hambalang, di pengadilan Tipikor hari ini. Menurutnya bukti-bukti yang disangkakan kepada kliennya sangat lemah.

"Buktinya mana? Tadi kan jelas dikatakan di persidangan. Kalau bon bisa saja orang kasih nama Anas, tapi kan pembuktian itu harus ada tanda tangan. Ditanya itu (saksi) kan terbantahkan tadi," ujarnya.

Disamping itu, lanjut Firman, setidaknya ada tiga kontruksi hukum yang lemah, tapi dipaksakan pihak KPK. Ketiganya meliputi penganggaran proyek Hambalang, dugaan penerimaan Anas menerima gratifikasi mobil Toyota Harrier, dan jejak Anas di Kongres Partai Demokrat 2010.

Firman menegaskan, tiga aspek hukum itu yang harusnya menjadi pijakan KPK dalam kasus Anas di Hambalang. "Tapi sekali lagi Mas Anas menghormati KPK kalo nanti dipanggil," tungkasnya.

Beredar informasi, pentolan Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum bakal diperiksa KPK untuk kasus Hambalang. Bahkan, Juru bicara KPK, Johan Budi, menyatakan jadwal Anas akan diperiksa dimungkinkan bakal digelar Pekan depan.

Soal Atut dan Anas, netralitas KPK dipertanyakan
(lal)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Begini Suasana Terkini di Gedung Kejagung
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved