Golkar tak senang didesak nonaktifkan Atut
Kamis, 02 Januari 2014 - 15:57 WIB
Golkar tak senang didesak nonaktifkan Atut
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar tak ingin didesak untuk menonaktifkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dari jabatannya, ini karena mereka punya cara sendiri untuk menuntaskan persoalan itu.
"Tidak perlu didesak, Golkar punya. Mekanisme," kata Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/1/2013).
Dirinya juga menyampaikan bahwa penonaktifan Atut membutuhkan waktu yang tepat, karena mereka masih menghormati perasaan yang bersangkutan setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK.
"Golkar enggak mau berbuat seperti tidak menenggang perasaan seseorang. Bisa dibayangkan bagaimana seseorang sedang jatuh terus ditimpukin," tegasnya.
Sekadar informasi, KPK telah menetapkan dan menahan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ia diduga terlibat dalam dugaan suap kepengurusan sengketa Pemilukada Lebak, Banten yang sebelumnya menyeret mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.
Ada yang diuntungkan dari penahanan Atut?
"Tidak perlu didesak, Golkar punya. Mekanisme," kata Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/1/2013).
Dirinya juga menyampaikan bahwa penonaktifan Atut membutuhkan waktu yang tepat, karena mereka masih menghormati perasaan yang bersangkutan setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK.
"Golkar enggak mau berbuat seperti tidak menenggang perasaan seseorang. Bisa dibayangkan bagaimana seseorang sedang jatuh terus ditimpukin," tegasnya.
Sekadar informasi, KPK telah menetapkan dan menahan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ia diduga terlibat dalam dugaan suap kepengurusan sengketa Pemilukada Lebak, Banten yang sebelumnya menyeret mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.
Ada yang diuntungkan dari penahanan Atut?
(lal)