Dipo minta kalangan Istana hati-hati terima tamu
Kamis, 26 Desember 2013 - 10:09 WIB
Dipo minta kalangan Istana hati-hati terima tamu
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengingatkan kalangan pegawai dan jajaran Istana untuk lebih hati-hati menerima tamu. Tujuannya untuk menghindari jebakan dari pelanggar hukum atau lawan politik.
Peringatan ini disampaikan Dipo ketika memberikan arahan pada penyerahan DIPA Tahun 2014 dan POK kepada unit kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet (Setkab), di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa, 24 Desember 2013.
Pada kesempatan itu dihadiri oleh utusan dan Staf Khusus Presiden, para Deputi Seskab, pejabat eselon I dan II di lingkungan Setkab.
"Jadi, kalau bisa terima tamu minta jangan bawa HP (handphone) atau HP-nya dimatikan,” imbuh Dipo seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu 25 Desember 2013.
Dipo mengatakan, larangan membawa atau mematikan HP ini untuk menghindari ada tamu yang sengaja datang menjebak dengan membawa alat rekaman, atau melalui sadapan, bahkan HP sekalipun untuk mengambil gambar yang bisa disebarkan dalam perspektif yang keliru.
Selain itu Dipo juga meminta para pejabat di lingkungan Setkab tidak menerima tamu yang membawa tas atau membawa map dengan ukuran besar. Dikhawatirkan, dalam kesempatan rapat yang dihadiri gubernur atau bupati dan bawa uang untuk kepentingan tertentu.
Apalagi rapatnya di kantor Setkab, kemudian yang bersangkutan dicokok dan dibawa aparat hukum. “Nah jadi zaman sekarang ini bisa jadi seperti itu,” tukasnya.
Berita Dipo Alam tanggapi polemik Bu Pur.
Peringatan ini disampaikan Dipo ketika memberikan arahan pada penyerahan DIPA Tahun 2014 dan POK kepada unit kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet (Setkab), di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa, 24 Desember 2013.
Pada kesempatan itu dihadiri oleh utusan dan Staf Khusus Presiden, para Deputi Seskab, pejabat eselon I dan II di lingkungan Setkab.
"Jadi, kalau bisa terima tamu minta jangan bawa HP (handphone) atau HP-nya dimatikan,” imbuh Dipo seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu 25 Desember 2013.
Dipo mengatakan, larangan membawa atau mematikan HP ini untuk menghindari ada tamu yang sengaja datang menjebak dengan membawa alat rekaman, atau melalui sadapan, bahkan HP sekalipun untuk mengambil gambar yang bisa disebarkan dalam perspektif yang keliru.
Selain itu Dipo juga meminta para pejabat di lingkungan Setkab tidak menerima tamu yang membawa tas atau membawa map dengan ukuran besar. Dikhawatirkan, dalam kesempatan rapat yang dihadiri gubernur atau bupati dan bawa uang untuk kepentingan tertentu.
Apalagi rapatnya di kantor Setkab, kemudian yang bersangkutan dicokok dan dibawa aparat hukum. “Nah jadi zaman sekarang ini bisa jadi seperti itu,” tukasnya.
Berita Dipo Alam tanggapi polemik Bu Pur.
(kur)