DJSN imbau seluruh daerah ikut BPJS

Senin, 23 Desember 2013 - 19:02 WIB
DJSN imbau seluruh daerah...
DJSN imbau seluruh daerah ikut BPJS
A A A
Sindonews.com - Apabila daerah tidak mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2014 yang dikelola Badan Pengelola Jaminan Kesejatan (BPJS). Akibatnya, akan ada perbedaan standar pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

"Akan ada perbedaan pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat nantinya," kata Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali H Sitomorang, di Kantor Kemenko Kesra, Senin (23/12/2013).

"Tidak bisa dihindari akan ada dua sistem. Kan seharusnya ada satu sistem dalam penerapan JKN 2014. Maka daerah harus siap untuk ikut," imbuhnya.

Menurut dia, daerah tidak dapat menyelenggarakan sendiri sistem jaminan kesehatan di daerah. Hal ini diperhitungkan akan menghambat pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Maka, pemerintah bersama DJSN berusaha mencegah hal tersebut terjadi.

"Jamkesda itu iuranya beraneka ragam ada yang Rp6 ribu, Rp10 ribu atau Rp20 ribu perbedaan premi tersebut akan mengakibatkan pelayanan yang tidak komperhensif. Maka hal ini akan menjadi persoalan," ujarnya.

Nantinya, selama ini daerah tetap memberikan Jamkesda dengan mewajiban membayar masyarakat miskin. Namun, pada 2017 daerah tidak diperlukan untuk menganggarkan APBD untuk kesehatan. Hal ini akan menjadi kewajiban Pemerintah Pusat.

"Daerah hanya cukup menganggarkan untuk rekrutmen dokter atau SDM (Sumber Daya Manusia) kesehatan, fasilitas kesehatan, pembangunan Puskesmas. Lebih kepada pembangunan infrastruktur kesehatan," papar dia.

Terkait permasalahan premi, Chazali menyatakan, PT. Askes tidak begitu mempermasalahkan, sebab, terdapat dana existing dari iuran PNS, peserta Jamsostek dan peserta Askes. PT Askes sendiri mempunyai aset sebesar Rp10 triliun.

"Tiga bulan ke depan terkait dana tetap aman. Dana cadangan yang dimiliki Askes dapat dipergunakan apabila dibutuhkan," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved