Densus Antikorupsi, KPK bantah ada komunikasi dengan Polri
Selasa, 17 Desember 2013 - 14:49 WIB
Densus Antikorupsi, KPK bantah ada komunikasi dengan Polri
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, membantah isu pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Antikorupsi saat bertemu dengan pihak Polri.
"Tidak ada. Tidak ada itu (Densus) dibicarakan," tegas Samad, usai diskusi 'Quo Vadis pembaharuan RUU KUHP dan KUHAP, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Menurut Samad, pihak Kepolisian telah menyetujui bahwa pemberantasan korupsi terkonsentrasi pada lembaga yang dipimpinnya.
Hal itu ditegaskan dia, usai pertemuannya dengan Kapolri Jendral Sutarman, beberapa waktu sebelumnya. "Jadi Kapolri menyerahkan sepenuhnya kasus korupsi kepada KPK sebagai pioner nya yang terdepan," ujarnya.
Sementara itu, kerjasama atau sinergitas yang bakal ditingkatkan antara KPK dengan Polri, adalah mengoptimalkan peran Bareskrim Polri dalam pemberantasan korupsi. "Yang ingin dioptimalkan Polri itu Bareskrimnya," tutupnya.
Pascadiangkat menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Timur Pradopo, Kapolri Sutarman sempat berwacana ingin membentuk tim khusus atau Densus dijajarannya. Langkah itu disinyalir untuk mempercepat penyelesaian kasus korupsi di Kepolisian.
"Tidak ada. Tidak ada itu (Densus) dibicarakan," tegas Samad, usai diskusi 'Quo Vadis pembaharuan RUU KUHP dan KUHAP, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Menurut Samad, pihak Kepolisian telah menyetujui bahwa pemberantasan korupsi terkonsentrasi pada lembaga yang dipimpinnya.
Hal itu ditegaskan dia, usai pertemuannya dengan Kapolri Jendral Sutarman, beberapa waktu sebelumnya. "Jadi Kapolri menyerahkan sepenuhnya kasus korupsi kepada KPK sebagai pioner nya yang terdepan," ujarnya.
Sementara itu, kerjasama atau sinergitas yang bakal ditingkatkan antara KPK dengan Polri, adalah mengoptimalkan peran Bareskrim Polri dalam pemberantasan korupsi. "Yang ingin dioptimalkan Polri itu Bareskrimnya," tutupnya.
Pascadiangkat menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Timur Pradopo, Kapolri Sutarman sempat berwacana ingin membentuk tim khusus atau Densus dijajarannya. Langkah itu disinyalir untuk mempercepat penyelesaian kasus korupsi di Kepolisian.
(maf)