Presiden mendatang diharapkan mampu penuhi hak umat Islam

Senin, 16 Desember 2013 - 18:25 WIB
Presiden mendatang diharapkan...
Presiden mendatang diharapkan mampu penuhi hak umat Islam
A A A
Sindonews.com - Menghadapi Pemilu Presiden 2014 mendatang, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) berharap muncul sosok pemimpin yang lahir dari agama Islam. Sehingga, bisa lebih peduli lagi terhadap hak-hak umat Islam di Indonesia.

“Kami berharap nanti terpilih pemimpin yang berasal dari Islam, dan memperjuangkan hak-hak umat Islam,” kata Ketua Umum GPII, Karman BM melalui rilis yang diterima Sindonews, Senin (17/12/2013).

Saat ditanya, siapa orang yang masuk kategori pemimpin yang diharapkan? Karman enggan menyebutkan, kata dia, GPII tidak berafiliasi kepada partai politik atau mendukung capres A atau capres B.

“Kita netral tidak berpihak, namun kita tidak membatasi kepada kader untuk mendukung calon presiden,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Karman mengatakan dirinya terpilih sebagai Ketua Umum GPII setelah adanya Mukmatar/Kongres bersama antara GPI dengan GPII yang berlangsung di Medan, 9-11 Desember lalu. “Agenda setelah saya terpilih, saya melakukan

konsolidasi internal dan menyusun kepengurusan GPII periode 2013-2017, dan kesepakatan bersama yaitu mencabut Keppres pembekuan GPI. Ini sesuai dengan hasil muktamar kemarin,” tegasnya.

Penyatuan GPI dan GPII kata Karman merupakan langkah yang bagus. Mengingat, saat ini banyak organisasi kepemudaan banyak mengalami perpecahan.

“Semoga dengan bersatunya GPI dan GPII menjadi GPII bisa menjadi contoh bagi OKP-OKP yang lain,” ungkapnya yang diamini oleh sembilan tim formatur lainnya.

Karman pun meminta kepada seluruh kader GPI dan GPII bersatu mengamankan dan menjalankan hasil muktamar/kongres di Medan. Dan semua pihak melakukan publikasi bahwa sekarang GPI bersatu menjadi nama GPII yang berkantor di Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami juga berharap doa dari seluruh senior-senior GPI dan GPII, sehingga bisa bekerja untuk kepentingan umat,” tandasnya.

Baca berita:
Pemimpin Islam harus berdiri di atas semua golongan
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved