Pemerintah didesak cairkan anggaran pemilu untuk Polri
Senin, 16 Desember 2013 - 10:15 WIB
Pemerintah didesak cairkan anggaran pemilu untuk Polri
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) menilai, anggaran pengamanan pemilihan umum (pemilu) yang diajukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada pemerintah sebesar Rp3,5 triliun, sangat realistis.
"Melihat luasnya rentang kendali tugas kepolisian dan besarnya jumlah penduduk Indonesia, jumlah anggaran Rp3,5 triliun tersebut tidak terlalu besar," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Senin (16/12/2013).
Selain itu, Neta juga mengatakan, alasan anggaran tersebut dinilai realistis, dikarenakan dengan anggaran sebesar Rp3,5 triliun tersebut, anggota Polri harus bersiaga selama 24 jam dan juga harus mengamankan setiap pemilu di daerah dan seluruh Indonesia.
"Apalagi dalam pengamanan pemilu dan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014, aparat kepolisian harus bersiaga 24 jam dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, jumlah dana tersebut tidaklah terlalu besar," tegasnya.
Neta berharap, agar pemerintah segera merealisasikan anggaran pengamanan Pemilu 2014 yang diajukan oleh Polri sebesar Rp3,5 triliun. Dengan jaminan, penyelenggaraan Pemilu 2014 akan berlangsung dengan aman dan tertib.
"Dengan direalisasikannya dana tersebut, pemerintah dan masyarakat bisa meminta jaminan kepada polisi bahwa pemilu dan Pilpres 2014 akan aman. Jika pengamanan pemilu dan Pilpres 2014 tidak maksimal, maka elite Polri tentu harus diminta pertanggungjawabannya," pungkas Neta.
Menhan siap amankan Pemilu 2014
"Melihat luasnya rentang kendali tugas kepolisian dan besarnya jumlah penduduk Indonesia, jumlah anggaran Rp3,5 triliun tersebut tidak terlalu besar," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Senin (16/12/2013).
Selain itu, Neta juga mengatakan, alasan anggaran tersebut dinilai realistis, dikarenakan dengan anggaran sebesar Rp3,5 triliun tersebut, anggota Polri harus bersiaga selama 24 jam dan juga harus mengamankan setiap pemilu di daerah dan seluruh Indonesia.
"Apalagi dalam pengamanan pemilu dan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014, aparat kepolisian harus bersiaga 24 jam dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, jumlah dana tersebut tidaklah terlalu besar," tegasnya.
Neta berharap, agar pemerintah segera merealisasikan anggaran pengamanan Pemilu 2014 yang diajukan oleh Polri sebesar Rp3,5 triliun. Dengan jaminan, penyelenggaraan Pemilu 2014 akan berlangsung dengan aman dan tertib.
"Dengan direalisasikannya dana tersebut, pemerintah dan masyarakat bisa meminta jaminan kepada polisi bahwa pemilu dan Pilpres 2014 akan aman. Jika pengamanan pemilu dan Pilpres 2014 tidak maksimal, maka elite Polri tentu harus diminta pertanggungjawabannya," pungkas Neta.
Menhan siap amankan Pemilu 2014
(maf)