Turunkan ego untuk atasi kisruh film Soekarno

Jum'at, 13 Desember 2013 - 19:02 WIB
Turunkan ego untuk atasi...
Turunkan ego untuk atasi kisruh film Soekarno
A A A
Sindonews.com - Para pihak yang terlibat perseteruan film "Soekarno" karya sutradara Hanung Bramantyo, sebaiknya menurunkan ego masing-masing.

Jangan sampai film bagus ini tidak sampai ke masyarakat hanya karena pihak yang bertikai tidak mau duduk bersama mencari solusi terbaik.

"Sebaiknya mereka duduk bersama lagi, singkirkan perbedaan sebelum meneruskan peredarannya," kata peneliti dan sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, lewat rilisnya kepada Sindonews, Jumat (13/12/2013).

Asvi menyatakan hal tersebut, menanggapi keputusan sementara Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang mengabulkan sebagian gugatan keluarga presiden pertama RI Soekarno yang diwakili oleh Rachmawati Soekarnoputri.

Salah satu putusan tersebut berbunyi, agar peredaran film itu dihentikan. Selain itu, master film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Multivision plus selaku produser harus diserahkan kepada keluarga Soekarno.

Asvi yang ikut pada awal penyiapan skenario film ini menambahkan, silakan proses pengadilan berjalan, tapi secara personel juga berlangsung.

"Saya hanya ingin mengimbau agar karya bagus ini tidak terhambat sampai ke masyarakat hanya karena persoalan pribadi," tambahnya.

Dosen Universitas Indonesia (UI) ini melanjutkan, konflik yang terjadi antara pihak keluarga Soekarno, Hanung Bramantio dan Multivision plus sebagai produser harusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak. "Semuanya. Seperti hak dan kewajiban mereka harus diselesaikan dulu sebelum produksinya dimulai," ujarnya.

Pada bagian lain, Asvi juga mengkritik pihak Multivision dan Hanung yang terkesan mau menang sendiri. Selain itu, dirinya melihat para pembuat film berlatar belakang sejarah cenderung jalan sendiri dan tidak melibatkan ahlinya.

"Sehingga dengan begitu, protes seperti film Soekarno yang berlatang sejarah bisa diminimalisir sejak awal," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved