Negara gagal aplikasikan pesan pendiri bangsa

Jum'at, 13 Desember 2013 - 17:17 WIB
Negara gagal aplikasikan...
Negara gagal aplikasikan pesan pendiri bangsa
A A A
Sindonews.com - Rapuhnya sistem kenegaraan Indonesia karena ulah negara dalam hal ini pemerintah yang tak mampu menyerap dan menangkap pesan positif warisan para pendiri bangsa (founding fathers).

Demikian disampaikan Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Yudi Latif. Menurutnya, rusaknya demokrasi karena para pemangku kebijakan tanpa serius memahami keinginan masyarakat.

Salahnya, Demokrasi hanya ditempatkan sebagai aktivitas yang berupa suksesi politik atau even pemilu. Tetapi, subtansinya tidak menempatkan pada kebutuhan masyarakat hari ini. Yudi menyebutkan, demokrasi tanpa menghasilkan kesejahteraan masyarakat.

"Keterpurukan bangsa ini adalah Ketidaksanggupan (pemerintah)memahami hakekat demokrasi melalui pendiri bangsa ini," ujar Yudi dalam Diskusi 'Pesan Konstitusi Tentang Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat' yang diselenggarakan Organisasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2013).

Yudi berpendapat, Demokrasi ideal adalah demokrasi yang diperkuat nilai-nilai Pancasila. Dimana, founding fathers telah bersepakat secara bersama tentang ideologi itu.

Akan tetapi, oleh para para pemangku kepentingan (stakeholder), makna demokrasi semakin dikaburkan dengan liberalisasi demokrasi. Yudi mengatakan, negara gagal dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat. "Demokrasi yang baik perlu ada integrasi nasional," ketus Yudi.

Selain itu, tambah Yudi, demokrasi hendaknya menjadi sarana bagi kesejahteraan sosial. Ia mencontohkan, dengan kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik, maka makna demokrasi kesejahteraan masih jauh dari harapan negara. "Jadi semua saling berkaitan. Tidak ada yang kebetulan," sambungnya.

Seperti diketahui, diskusi mingguan diselenggarakan organisasi PPI bentukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Anas sendiri ikut menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Pesan Konstitusi Tentang Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat'.
(maf)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved