7 faktor penyebab kinerja SBY melempem

Kamis, 12 Desember 2013 - 07:04 WIB
7 faktor penyebab kinerja...
7 faktor penyebab kinerja SBY melempem
A A A
Sindonews.com - Ada banyak sebab yang mengakibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai minim membuat gebrakan positif menjelang akhir masa jabatannya.

Hal tersebut dikatakan pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto.

"Berbagai persoalan yang mengganggu konsentrasi SBY, dimulai dari kenaikan BBM, di mana waktu itu PKS tidak mendukung. Kemudian kasus Century, koalisi yang tidak solid, banyaknya kasus korupsi yang melibatkan elite Demokrat, SBY menjadi Ketua Umum Demokrat," kata Sugiyanto saat dihubungi Sindonews, Kamis (12/12/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, selain itu yang menyebabkan gerakan SBY kurang menunjukkan tajinya, karena beberapa survei menyatakan, poling Partai Demokrat terus menurun.

"Makanya diakhir masa jabatannya ini seolah-olah SBY kehilangan energi dan kehilangan pamor untuk melakukan langkah cepat atau gebrakan yang positif. Ditambah lagi di beberapa hasil poling Demokrat suaranya makin melorot, selain itu adanya serangan media kepada SBY," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, bangsa Indonesia bisa belajar dari pengalaman sejarah. Sejak berdiri pada tahun 1945, kata SBY, sebenarnya Indonesia telah mengalami koreksi sejarah.

"Akhirnya harus terjadi perubahan dramatis. Padahal perubahan dramatis, korban dan harganya amat tinggi," ujar Presiden SBY saat menyampaikan pidato kunci di acara Kongres Kebangsaan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu 11 Desember 2013.

Dia memberi contoh, setelah 20 tahun merdeka, yakni pada 1965-1966 terjadi krisis. Kemudian, terjadi perubahan dramatis dan fundamental. "Tahun 1998, 1999, terjadi lagi perubahan besar, disertai krisis dan goncangan. Bahkan 15 tahun lalu banyak yang ramalkan bakal bubar, jatuh. Lantas dari cerita saya apa pelajarannya?" kata SBY.

SBY: Bangsa yang bijak selalu memperbaiki diri
(maf)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved