Marzuki: Pola pikir & tindakan harus sudah antikorupsi
Selasa, 10 Desember 2013 - 10:01 WIB
Marzuki: Pola pikir & tindakan harus sudah antikorupsi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie, enggan memaknai peringatan Hari Antikorupsi setiap hari. Menurutnya, subtansi peringatan itu harus dimulai dari niat pribadi elemen bangsa dalam memberantas korupsi.
Marzuki mengatakan, bangsa Indonesia mestinya menghilangkan budaya korupsi yang dimulai dari cara berfikir dan bertindak. Bukan pada momen-momen tahunan semata.
"Dalam pola pikir, pola bicara dan pola tindak harus sudah antikorupsi," kata Marzuki, saat dihubungi wartawan, Selasa (10/12/2013).
Dikatakan dia, semarak pemberantasan korupsi harus dimulai dari pemerintah. Masyarakat hilang kepercayaan dirinya saat perilaku pejabat publik terus menerus mewarnai pemberitaan media dengan tindakan korupsi.
Diakui dia, perilaku dan budaya korupsi di Indonesia semakin meningkat. Fakta itu terlihat dari banyaknya pejabat publik yang tertangkap karena korupsi.
"Tapi faktanya korupsi bukan menurun tapi semakin marak," tegasnya.
Seperti diketahui, Senin 9 Desember 2013, bangsa-bangsa di dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Momen tahunan tersebut tak lepas dari sorotan publik, yang 'mengamini' tingkat korupsi di Indonesia masih pada peringkat teratas dunia.
Baca berita:
Ini 12 "noda hitam" pemberantasan korupsi 2013
Marzuki mengatakan, bangsa Indonesia mestinya menghilangkan budaya korupsi yang dimulai dari cara berfikir dan bertindak. Bukan pada momen-momen tahunan semata.
"Dalam pola pikir, pola bicara dan pola tindak harus sudah antikorupsi," kata Marzuki, saat dihubungi wartawan, Selasa (10/12/2013).
Dikatakan dia, semarak pemberantasan korupsi harus dimulai dari pemerintah. Masyarakat hilang kepercayaan dirinya saat perilaku pejabat publik terus menerus mewarnai pemberitaan media dengan tindakan korupsi.
Diakui dia, perilaku dan budaya korupsi di Indonesia semakin meningkat. Fakta itu terlihat dari banyaknya pejabat publik yang tertangkap karena korupsi.
"Tapi faktanya korupsi bukan menurun tapi semakin marak," tegasnya.
Seperti diketahui, Senin 9 Desember 2013, bangsa-bangsa di dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Momen tahunan tersebut tak lepas dari sorotan publik, yang 'mengamini' tingkat korupsi di Indonesia masih pada peringkat teratas dunia.
Baca berita:
Ini 12 "noda hitam" pemberantasan korupsi 2013
(kri)