Nazaruddin sebut Setya Novanto ancam keluarganya
Jum'at, 06 Desember 2013 - 20:55 WIB
Nazaruddin sebut Setya Novanto ancam keluarganya
A
A
A
Sindonews.com - Terpidana kasus Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin kerap "bernyanyi" dan menuding sejumlah pihak terlibat kasus korupsi, bahkan beberapa kali dia menuding Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto terlibat dugaan korupsi proyek e-KTP.
Di Gedung KPK, Nazaruddin mengaku, dirinya dan keluarganya tengah mendapat ancaman dari Setya Novanto. "Sekarang posisi saya tengah terancam, Novanto itu ancam sodara saya," kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12/2013).
Mantan anggota Komisi III DPR itu mengklaim, jika proyek e-KTP dibongkar, maka akan dibunuh. "Kalau saya buka lagi proyek e-KTP saya mau dibunuh dia (Novanto)," imbuhnya.
Mantan Bandara Umum Partai Demokrat itu menyebut Setya Novanto kebal hukum karena mendapat perlindungan pihak tertentu. Bahkan, Nazar melihat kasus e-KTP sudah sangat lamban ditangani oleh KPK.
"Kalau Hambalang ada Ade Rahardja yang menghalangi, itu kenapa tersangkanya waktu itu lama. Kalau di e-KTP ini banyak yang lebih berkuasa dari Ade Rahardja karena Chandra Hamzah saja sudah pernah terima uang dari e-KTP. Makanya e-KTP ini luar biasa kekuasaan yang menahan. Padahal ini proyek mark-up uang negaranya Rp2,5 triliun," tegasnya.
JK minta KPK usut dugaan korupsi Setya Novanto
Di Gedung KPK, Nazaruddin mengaku, dirinya dan keluarganya tengah mendapat ancaman dari Setya Novanto. "Sekarang posisi saya tengah terancam, Novanto itu ancam sodara saya," kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12/2013).
Mantan anggota Komisi III DPR itu mengklaim, jika proyek e-KTP dibongkar, maka akan dibunuh. "Kalau saya buka lagi proyek e-KTP saya mau dibunuh dia (Novanto)," imbuhnya.
Mantan Bandara Umum Partai Demokrat itu menyebut Setya Novanto kebal hukum karena mendapat perlindungan pihak tertentu. Bahkan, Nazar melihat kasus e-KTP sudah sangat lamban ditangani oleh KPK.
"Kalau Hambalang ada Ade Rahardja yang menghalangi, itu kenapa tersangkanya waktu itu lama. Kalau di e-KTP ini banyak yang lebih berkuasa dari Ade Rahardja karena Chandra Hamzah saja sudah pernah terima uang dari e-KTP. Makanya e-KTP ini luar biasa kekuasaan yang menahan. Padahal ini proyek mark-up uang negaranya Rp2,5 triliun," tegasnya.
JK minta KPK usut dugaan korupsi Setya Novanto
(lal)