KPK duga SKK Migas sebagai mesin uang penguasa
Rabu, 04 Desember 2013 - 17:38 WIB
KPK duga SKK Migas sebagai mesin uang penguasa
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menduga kuat bahwa SKK Migas akan dijadikan sumber pendanaan salah satu partai politik (parpol) untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Kendati demikian, KPK masih membutuhkan bukti-bukti yang cukup dan melakukan penelusuran lebih dalam untuk mencari tahu kebenaran kabar tersebut.
"Tapi kita mau melihat bahwa banyak hal-hal yang perlu didalami. Banyak hal-hal yang masih perlu ditelusuri terkait SKK migas. Karena KPK ingin mengungkap sebenarnya secara keseluruhan kasus SKK Migas ini," kata Abraham di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Tahun 2013 dengan tema 'Implementasi Pelembagaan Sistem Integritas Nasional' di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Abraham meyakini bahwa sektor migas saat ini sangat rawan akan penyelewengan. Hal tersebut dikarenakan, pendapatan terbesar negara berasal dari Migas. "Karena kita melihat bahwa sektor migas ini menjadi sektor pendapatan negara terbesar. Tapi sampai hari ini, kelihatannya hanya segelintir orang saja. Siapa segelintir itu? Ya penguasa, ya pengusaha, orang-orang di DPR dan sebagainya," papar Abraham.
Oleh karena itu, Abraham menegaskan bahwa tim penyidik KPK tidak akan berhenti hanya sampai Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Namun akan mengungkap siapa saja aktor yang terlibat di dalamnya. "Kita tidak ingin berhenti pada kasus suap Rudi ini. Kita ingin membongkar seluruh kasus-kasus korupsi yang ada di sektor migas," pungkas Abraham.
KPK akan panggil Ibas & Dipo terkait SKK Migas
"Tapi kita mau melihat bahwa banyak hal-hal yang perlu didalami. Banyak hal-hal yang masih perlu ditelusuri terkait SKK migas. Karena KPK ingin mengungkap sebenarnya secara keseluruhan kasus SKK Migas ini," kata Abraham di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Tahun 2013 dengan tema 'Implementasi Pelembagaan Sistem Integritas Nasional' di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Abraham meyakini bahwa sektor migas saat ini sangat rawan akan penyelewengan. Hal tersebut dikarenakan, pendapatan terbesar negara berasal dari Migas. "Karena kita melihat bahwa sektor migas ini menjadi sektor pendapatan negara terbesar. Tapi sampai hari ini, kelihatannya hanya segelintir orang saja. Siapa segelintir itu? Ya penguasa, ya pengusaha, orang-orang di DPR dan sebagainya," papar Abraham.
Oleh karena itu, Abraham menegaskan bahwa tim penyidik KPK tidak akan berhenti hanya sampai Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Namun akan mengungkap siapa saja aktor yang terlibat di dalamnya. "Kita tidak ingin berhenti pada kasus suap Rudi ini. Kita ingin membongkar seluruh kasus-kasus korupsi yang ada di sektor migas," pungkas Abraham.
KPK akan panggil Ibas & Dipo terkait SKK Migas
(lal)