SBY harus jadi sosok kunci pembersihan Istana
Rabu, 04 Desember 2013 - 04:47 WIB
SBY harus jadi sosok kunci pembersihan Istana
A
A
A
Sindonews.com - Munculnya sejumlah nama yang disinyalir dekat dengan Istana, menandakan, bahwa lingkaran Istana harus segera dibersihkan dari pihak-pihak yang disebut dalam beberapa kasus hukum.
Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian. Menurutnya, tidak ada kata lain untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersihkan Istana dari pihak yang terjerat kasus hukum.
"SBY harus jadi sosok kunci untuk menjadi pelopor pembersihan Istana. Dia (SBY) tidak hanya menyuruh BIN (Badan Intelijen Negara) untuk mencari tahu, siapa saja sosok-sosok yang disebut dekat dengan Istana, sudah jelas ada dalam persidangan," kata Donny saat dihubungi Sindonews, Rabu (4/12/2013).
Kemudian Donny menjelaskan, dari terungkapnya beberapa nama itu, Presiden SBY harus melakukan tindakan tegas. "Lalu apa yang SBY lakukan, itu yang lebih penting. Hentikanlah wacana, Presiden harus berhenti membela diri. Karena sekarang orang butuh tindakan yang konkret. Siapa orang-orang ini, Sengman, Ibu Pur, Bunda Putri," ungkapnya.
"Kalau memang SBY tahu, SBY harusnya beri kejelasan dalam bersikap, harus ada tindakan tegas, misalnya SBY bisa memberikan peringatan, atau tindakan hukum yang jelas," pungkasnya.
Diketahui, nama Kepala Rumah Tangga Cikeas Silvya Soleha alias Ibu Pur turut bermain dan mencaplok proyek pengadaan peralatan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Fakta itu terungkap saat mantan Direktur Marketing Permai Grup sekaligus anak buah terpidana Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang (Rosa) memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hambalang, Kemenpora, Deddy Kusdinar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa, 3 Desember 2013.
Berita nama Sudi muncul di sidang Hambalang.
Berita Cikeas caplok proyek Hambalang.
Berita sidang kasus Hambalang, terungkap Choel terima Rp5 M.
Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian. Menurutnya, tidak ada kata lain untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersihkan Istana dari pihak yang terjerat kasus hukum.
"SBY harus jadi sosok kunci untuk menjadi pelopor pembersihan Istana. Dia (SBY) tidak hanya menyuruh BIN (Badan Intelijen Negara) untuk mencari tahu, siapa saja sosok-sosok yang disebut dekat dengan Istana, sudah jelas ada dalam persidangan," kata Donny saat dihubungi Sindonews, Rabu (4/12/2013).
Kemudian Donny menjelaskan, dari terungkapnya beberapa nama itu, Presiden SBY harus melakukan tindakan tegas. "Lalu apa yang SBY lakukan, itu yang lebih penting. Hentikanlah wacana, Presiden harus berhenti membela diri. Karena sekarang orang butuh tindakan yang konkret. Siapa orang-orang ini, Sengman, Ibu Pur, Bunda Putri," ungkapnya.
"Kalau memang SBY tahu, SBY harusnya beri kejelasan dalam bersikap, harus ada tindakan tegas, misalnya SBY bisa memberikan peringatan, atau tindakan hukum yang jelas," pungkasnya.
Diketahui, nama Kepala Rumah Tangga Cikeas Silvya Soleha alias Ibu Pur turut bermain dan mencaplok proyek pengadaan peralatan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Fakta itu terungkap saat mantan Direktur Marketing Permai Grup sekaligus anak buah terpidana Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang (Rosa) memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hambalang, Kemenpora, Deddy Kusdinar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa, 3 Desember 2013.
Berita nama Sudi muncul di sidang Hambalang.
Berita Cikeas caplok proyek Hambalang.
Berita sidang kasus Hambalang, terungkap Choel terima Rp5 M.
(maf)