Asing jangan campuri soal Papua

Selasa, 03 Desember 2013 - 07:19 WIB
Asing jangan campuri...
Asing jangan campuri soal Papua
A A A
Sindonews.com - Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan, untuk mengatasi masalah ketegangan di Papua maka pemerintah harus mengambil langkah tegas. Sehingga tidak terus merongrong NKRI.

Karena tindak kekerasan yang dilakukan masyarakat ataupun Organisasi Papua Merdeka (OPM) sulit diatasi dengan cara dialog karena ketidakjelasan kelompok itu dan sistem kepemimpinannya. “Negara lain juga tidak perlu ikut campur soal Papua. Karena masalah Papua menyangkut integrasi bangsa. Bahwa ada segelintir orang yang ingin merdeka, itu yang jadi masalah,” kata Arbi, Senin (2/12/2013).

Pengamat Papua lainnya Otih Handayani mengungkapkan, situasi yang tidak kondusif hanya terjadi di sebagian kecil wilayah Papua saja. Menurutnya, UU no 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua sudah memfasilitasi sebagian besar keinginan masyarakat Papua termasuk di antaranya pasal 12 huruf (a) tentang syarat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua adalah orang Papua asli.

Syarat yang sama juga berlaku untuk Wali Kota dan Bupati seluruh Papua. “Ini berarti orang Papua-lah yang menjadi pemimpin di tanah Papua. Sehingga dengan demikian patutlah dipertanyakan apakah pemimpin-pemimpin yang dipilih secara demokratis tersebut sudah atau belum memenuhi kebutuhan dan menjalankan amanah rakyat dengan baik,” kata aktivis Perempuan Papua itu.

Tokoh masyarakat Papua Sophian Andi menyatakan, bahwa situasi di Papua pada umumnya relatif aman, kehidupan masyarakat di Papua khususnya di kota tidak berbeda jauh dengan kehidupan masyarakat di provinsi lain. Bahkan dengan bertambahnya jumlah masyarakat pendatang yang tinggal di Papua beberapa tahun belakangan ini telah ikut mendorong perputaran roda perekonomian di Papua.

Dikatakan, selama ini aksi kekerasan hanya terjadi di beberapa kabupaten saja tetapi, dengan gencarnya pemberitaan di media massa, justru menimbulkan kesan bahwa seluruh wilayah Papua tidak aman. “Ya, ini hanya imbas pemberitaan media massa saja, jadi ada kesan bahwa yang tidak kondusif itu seluruh wilayah Papua. Padahal wilayah konflik hanya sebagian kecil saja dari wilayah Papua keseluruhan,” ungkap politikus Nasdem dari Papua ini.

Panglima TNI: Ada yang tak ingin Papua tenang
(lal)
Berita Terkait
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved