Marwan: Media dan parpol pengawal peradaban
Kamis, 28 November 2013 - 23:50 WIB
Marwan: Media dan parpol pengawal peradaban
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far mengatakan, keberadaan media massa dan partai politik (parpol), di era demokrasi, sangat penting dalam rangka membentuk peradaban suatu bangsa.
Lanjutnya, begitu pentingnya dua pilar tersebut, ibarat dua sisi mata uang, yang tak mungkin dilepas pisahkan. Kedua-duanya saling membutuhkan untuk mewarnai peradaban bangsa.
"Apa pun bisa terjadi karena pemberitaan di media," kata Marwan pada acara seminar bertajuk 'Media massa Menjelang Pemilu 2014' di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah Jakarta dalam siaran resminya, Kamis (28/11/2013).
Bahkan, lanjut Marwan, saat ini telah terjadi semacam 'entertainment politik' yang menggiring opini publik tentang kepentingan-kepentingan hiburan politik.
"Munculnya fenomena artis menjadi politisi juga tak terlepas dari pengaruh 'entertainment politik' itu," katanya.
Tambahnya, media sebagai pengawal peradaban yang dapat melakukan upaya-upaya pendidikan politik kepada rakyat. lanjutnya, media massa dapat melakukan missi pendidikan politik agar rakyat melek politik dan meningkat partisipasinya dalam pemilu mendatang secara jujur, adil dan berperadaban.
"Rakyat harus kita berdayakan wawasan dan sikap politik mereka melalui media massa yang bertanggung jawab. Jangan sampai media massa hanya dijadikan alat propaganda yang merendahkan martabat bangsa", katanya.
Lanjutnya, begitu pentingnya dua pilar tersebut, ibarat dua sisi mata uang, yang tak mungkin dilepas pisahkan. Kedua-duanya saling membutuhkan untuk mewarnai peradaban bangsa.
"Apa pun bisa terjadi karena pemberitaan di media," kata Marwan pada acara seminar bertajuk 'Media massa Menjelang Pemilu 2014' di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah Jakarta dalam siaran resminya, Kamis (28/11/2013).
Bahkan, lanjut Marwan, saat ini telah terjadi semacam 'entertainment politik' yang menggiring opini publik tentang kepentingan-kepentingan hiburan politik.
"Munculnya fenomena artis menjadi politisi juga tak terlepas dari pengaruh 'entertainment politik' itu," katanya.
Tambahnya, media sebagai pengawal peradaban yang dapat melakukan upaya-upaya pendidikan politik kepada rakyat. lanjutnya, media massa dapat melakukan missi pendidikan politik agar rakyat melek politik dan meningkat partisipasinya dalam pemilu mendatang secara jujur, adil dan berperadaban.
"Rakyat harus kita berdayakan wawasan dan sikap politik mereka melalui media massa yang bertanggung jawab. Jangan sampai media massa hanya dijadikan alat propaganda yang merendahkan martabat bangsa", katanya.
(mhd)