Soal kasus Century, Istana dinilai paling bertanggung jawab

Selasa, 26 November 2013 - 16:00 WIB
Soal kasus Century,...
Soal kasus Century, Istana dinilai paling bertanggung jawab
A A A
Sindonews.com - Pasca pemeriksaan Wakil Presiden Boediono di kantornya, kasus mega skandal bailout Bank Century kembali menjadi perhatian publik.

Boediono menganggap kebijakannya dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan kebijakan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dianggap keputusan mulia. Terlepas siapa yang pantas bertanggung jawab dalam kebijakan tersebut, publik menilai kebijakan tersebut tak bisa dipisahkan dari kebijakan Istana.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menilai, kebijakan penyelamatan Bank Century sangat kontroversi. Menurutnya, Istana juga sebagai pihak yang bertanggung jawab karena mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Adhie mempertanyakan keberadaan Perppu yang diminta berbagai pihak seperti Menteri Keuangan (Menkeu) dan pihak Bank Indonesia (BI).

"Kalau kata Boediono ini mulia. Kemudian kalau ini memang sistemik tapi kenapa Boediono minta Perppu," kata Adhie, saat diskusi "Menyingkap Tabir Dibalik Peninjauan Kembali UU Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara", di Balai Kebangsaan, Pancoran, Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Adhie melanjutkan, pemeriksaan terhadap Boediono bentuk kemajuan dalam mengusut bailout sebesar Rp6,7 triliun. Hanya saja, kata dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus berani memulai dari pihak di lingkungan Istana.

"Jadi awal mula kebijakan Century ini dari Istana. Di Istana Perppu itu dikeluarkan," ujarnya.

Adhie menegaskan, KPK dan Tim Pengawas (Timwas) Century DPR RI diminta mulai memanggil pihak-pihak yang ada dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) termasuk terbitnya Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).

Namun begitu, menurutnya, pemeriksaan lanjutan terhadap Boediono harus bertempat di Gedung KPK. Sebab, hal itu untuk menjaga netralitas pengusutan kasus Century.

"KPK jangan ulangi lagi untuk periksa Boediono di Istana. Jaga kepercayaan rakyat jauh lebih penting," tambahnya.

Baca berita:
KPK diminta segera tentukan posisi hukum Boediono
(kri)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved