Makzulkan Boediono pakai mekanisme hukum

Selasa, 26 November 2013 - 13:39 WIB
Makzulkan Boediono pakai...
Makzulkan Boediono pakai mekanisme hukum
A A A
Sindonews.com - Usai pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Sabtu 23 November lalu, wacana pemakzulan dan penonaktifan wapres dari jabatannya mengemuka dari Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Namun beberapa politikus dan pengamat hukum menyadari, pemakzulan tersebut tidak bisa serta-merta dilakukan. Apalagi jika dilakukan secara mekanisme politik.

Pengamat hukum dari Universitas Indonesia Taufik Basari mengatakan, sampai saat ini belum ada mekanisme atau prosedur penonaktifan seorang wakil presiden masih dalam masa jabatannya. Berdasar hukum tata negara, mekanisme yang diketahui adalah pemberhentian.

“Itu pun harus melalui mekanisme hukum yang melibatkan DPR dan Mahkamah Konstitusi. Jadi bukan melalui mekanisme politik,” kata Basari saat dihubungi, Selasa (26/11/2013).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) kasus bailout Bank Century, Indra, juga mengakui hal tersebut. Menurutnya, saat ini Boediono masih menyandang status saksi dalam perkara bailout Bank Century yang ditangani KPK, dan bukan tersangka.

"Kalau memang Boediono dijadikan tersangka sudah sepatutnya DPR gunakan hak angket atau hak menyatakan pendapat. Tetapi kita menunggu dulu status tersangka, kalau memang tersangka, itu baru layak hak menyatakan pendapat dan pemakzulan," katanya di Gedung DPR RI.

Namun pada saat ini diakuinya, semua pihak masih memegang asas praduga tak bersalah kepada Boediono. Karena KPK sendiri baru meminta keterangan dari mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

Baca
Hak angket untuk Boediono belum diperlukan
KPK diminta segera tentukan posisi hukum Boediono
Hak angket Boediono akan picu kegaduhan kasus Century
(hyk)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
DPR Minta Kejagung Bentuk...
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen yang Tidak Terafiliasi Febrie Adriansyah
Don Ritto Jadi Tersangka...
Don Ritto Jadi Tersangka Kasus Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda
Rudi Margono Jadi Plt...
Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus, Ini Rekam Jejak Pemikirannya tentang Perampasan Aset
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR Bentuk Panja Pengawasan 3 Kasus Korupsi yang Libatkan Eks Jampidsus
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved