Soal DPT bermasalah, KPU segera beri jawaban
Senin, 25 November 2013 - 14:19 WIB
Soal DPT bermasalah, KPU segera beri jawaban
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam waktu dekat akan memberi jawaban seputar daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah yang dipersoalkan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.
Saat ini, proses penyisiran data pemilih bermasalah masih terus berlangsung dan diharapkan selesai dalam waktu dekat. Setelah selesai, KPU akan memberikan respon pada dua parpol itu.
"Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ke depan kita bisa berikan jawaban atas informasi yang dimasukan mereka," kata anggota KPU, Ferry Kurniawan Rizkiansyah, usai melakukan kunjungan ke Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (25/11/2013).
KPU menurut dia mengapresiasi apa yang dilakukan PDIP dan Gerindra. Hal itu sebagai bentuk kontrol dan perhatian agar pemilu berjalan dengan baik.
Sementara soal pemilih tanpa NIK yang jumlahnya sekira 10,4 juta jiwa, sebagian data sudah diterima KPU. Sudah lebih dari enam juta pemilih tanpa NIK diselesaikan. Saat ini, proses penyisiran dan perbaikan masih berjalan.
"Sekarang sudah enam jutaan yang masuk. Mungkin masih ada sekira tiga - empat jutaan pemilih yang belum masuk (diselesaikan)," jelas Ferry.
Ia kembali menegaskan, 10,4 juta pemilih itu bukanlah pemilih fiktif. "Itu bukan fiktif, tapi tidak ada NIK-nya," ucapnya.
Saat ini, proses penyisiran data pemilih bermasalah masih terus berlangsung dan diharapkan selesai dalam waktu dekat. Setelah selesai, KPU akan memberikan respon pada dua parpol itu.
"Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ke depan kita bisa berikan jawaban atas informasi yang dimasukan mereka," kata anggota KPU, Ferry Kurniawan Rizkiansyah, usai melakukan kunjungan ke Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (25/11/2013).
KPU menurut dia mengapresiasi apa yang dilakukan PDIP dan Gerindra. Hal itu sebagai bentuk kontrol dan perhatian agar pemilu berjalan dengan baik.
Sementara soal pemilih tanpa NIK yang jumlahnya sekira 10,4 juta jiwa, sebagian data sudah diterima KPU. Sudah lebih dari enam juta pemilih tanpa NIK diselesaikan. Saat ini, proses penyisiran dan perbaikan masih berjalan.
"Sekarang sudah enam jutaan yang masuk. Mungkin masih ada sekira tiga - empat jutaan pemilih yang belum masuk (diselesaikan)," jelas Ferry.
Ia kembali menegaskan, 10,4 juta pemilih itu bukanlah pemilih fiktif. "Itu bukan fiktif, tapi tidak ada NIK-nya," ucapnya.
(lns)