Siang ini SBY bertemu Dubes Indonesia untuk Australia
Rabu, 20 November 2013 - 08:43 WIB
Siang ini SBY bertemu Dubes Indonesia untuk Australia
A
A
A
Sindonews.com - Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan bakal melakukan pertemuan dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Australia (LBBPRI Australia) Nadjib Riphat Kesoema.
Pertemuan yang dijadwalkan pukul 11.00 WIB nanti, dilakukan di kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2013).
Seperti diketahui, Duta Besar (DUbes) Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema itu meninggalkan Australia pada Selasa 19 November 2013 pagi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa pada Senin 18 November 2013, menyatakan, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memanggil pulang Dubes Indonesia di Australia untuk konsultasi.
Langkah tersebut diambil Pemerintah menyikapi kabar penyadapan yang diduga dilakukan intelijen Australia terhadap Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono serta beberapa pejabat lainnya.
Seperti diketahui sebelumnya diberitakan Radio Australia, materi intelijen yang dibocorkan Edward Snowden mengungkap Australia ternyata menyadap pembicaraan telepon Presiden SBY dan sejumlah pejabat lainnya di tahun 2009. Data itu juga menunjukkan jenis-jenis telepon pejabat Indonesia yang disadap Australia.
Penyadapan juga ditujukan bagi pejabat dan orang dekat SBY. Mereka adalah istri SBY, Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, Mensesneg Hatta Rajasa, Menko Ekuin Sri Mulyani, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.
Pertemuan yang dijadwalkan pukul 11.00 WIB nanti, dilakukan di kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2013).
Seperti diketahui, Duta Besar (DUbes) Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema itu meninggalkan Australia pada Selasa 19 November 2013 pagi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa pada Senin 18 November 2013, menyatakan, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memanggil pulang Dubes Indonesia di Australia untuk konsultasi.
Langkah tersebut diambil Pemerintah menyikapi kabar penyadapan yang diduga dilakukan intelijen Australia terhadap Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono serta beberapa pejabat lainnya.
Seperti diketahui sebelumnya diberitakan Radio Australia, materi intelijen yang dibocorkan Edward Snowden mengungkap Australia ternyata menyadap pembicaraan telepon Presiden SBY dan sejumlah pejabat lainnya di tahun 2009. Data itu juga menunjukkan jenis-jenis telepon pejabat Indonesia yang disadap Australia.
Penyadapan juga ditujukan bagi pejabat dan orang dekat SBY. Mereka adalah istri SBY, Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, Mensesneg Hatta Rajasa, Menko Ekuin Sri Mulyani, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.
(maf)