Cara KPU tingkatkan partisipasi pemilih di LN

Rabu, 13 November 2013 - 15:41 WIB
Cara KPU tingkatkan...
Cara KPU tingkatkan partisipasi pemilih di LN
A A A
Sindonews.com - Banyak cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meningkatkan partisipasi pemilih warga Indonesia yang tinggal di Luar Negeri (LN) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.

Sebanyak 2.010.280 pemilih LN, KPU mengklaim, terus mencari formulasi untuk menjaga partisipasi pemilih. Salah satunya dengan manjakan pemilih melalui sistem pengiriman surat suara melalui pos.

Menurut Ketua KPU, Husni Kamil Manik, persoalan pemilih LN sangat kompleks. Sehingga, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menyiapkan jasa pos sebagai mitra KPU saat pencoblosan.

"Kemudian memaksimalkan partisipasi bagi pemilih yang tidak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), misalnya lewat pos," kata Husni, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2013).

Cara tersebut ditempuh KPU guna memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih yang terbilang rendah. Dikatakan Husni, masalah pemilih LN adalah masalah yang sangat berbeda dengan pemilih dalam negeri.

"Lewat pos misalnya, surat suara dikirim ke yang bersangkutan, kemudian dicoblos dan dikirim lagi," ujarnya.

Untuk diketahui, dua periode pemilu sebelumnya, yakni Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, tingkat partisipasi pemilih LN tak menunjukan peningkatan jumlah pemilih. Tahun 2004, pemilih LN hanya sebanyak 1,9 juta. Berikutnya pada Pemilu 2009, angka tersebut turun menjadi 1,5 juta. Sementara itu, pada Pemilu 2014 nanti, KPU telah menetapkan DPT LN sebesar 2 juta lebih.

Padahal dari data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), serta Organisasi Migran Care, pemilih di Luar Negeri bisa disisir mencapai 6,5 juta pemilih.

Berita terkait:
KPU keluhkan soal anggaran perbaikan DPT.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved