KPU tak sanggup penuhi hak pilih di LN

Selasa, 12 November 2013 - 13:11 WIB
KPU tak sanggup penuhi...
KPU tak sanggup penuhi hak pilih di LN
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya sanggup menyediakan warga pemilih di luar negeri (LN) sebanyak 2 juta lebih pemilih, sedangkan berdasarkan data dari Migran Care sedikitnya jumlah pemilih di LN mencapai 6,5 juta pemilih.

Menurut Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, angka tersebut adalah 'mentok' angka terakhir yang bisa disediakan KPU. Walaupun banyak pihak yang tetap mempertanyakan jumlah tersebut. "Memang itulah maksimal yang bisa kami dapatkan," kata Hadar, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Sejauh ini, kata Hadar, KPU sudah dipanggil Komisi II DPR RI untuk menjelaskan kondisi tersebut. Tetapi, bagi KPU jumlah tersebut sudah dianggap maksimal.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), DPR RI juga membeberkan serta mempertanyakan jumlah pemilih LN yang hanya mencapai 2 juta lebih itu. Bahkan, untuk menguatkan data tersebut, komisi yang membidangi pemilu itu pun mengklaim mempunyai pengawas pemilu di LN. "Ternyata DPR punya Tim Pengawas (Timwas) Tenaga Kerja Indonesia (TKI)," ujar Hadar.

Dia mengaku, pihaknya mengalami kesulitan saat melakukan pendataan warga di luar negeri tersebut. Sebab, banyak dari warga yang tinggal diperantauan tersebut, sedikit yang memiliki kesadaran hak pilihnya dalam pemilu. "Intinya tidak mudah untuk kami bisa mengumpulkan mereka itu. Membuat mereka mau mendaftar," kilahnya.

Untuk diketahui, KPU saat rapat pleno dan rekapitulasi secara nasional pada 4 November lalu, telah menetapkan sebanyak 2,010,280 pemilih luar negeri. Jumlah tersebut atas hasil perbaikan pada 20 Oktober 2013, yakni sebanyak 2,003,280 orang pemilih.

Baca juga KPU bersih-bersih pemilih bermasalah.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved