KPU berharap masalah DPT jangan dipolitisasi

Senin, 11 November 2013 - 13:49 WIB
KPU berharap masalah...
KPU berharap masalah DPT jangan dipolitisasi
A A A
Sindonews.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ferry Kurnia Rizkiyansyah meminta, permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar tak terlalu masuk dalam wilayah politik.

Sebab, menurutnya, 10,4 juta pemilih bermasalah yang masuk dalam keseluruhan DPT sebesar 186.612.225 pemilih, terus dilakukan perbaikan.

Ferry mengaku, soal pemilih bermasalah terlalu menjadi polemik dan dibawa kearah politis. Padahal, kata dia, DPT bermasalah itu karena pemilih sebagian besar bermasalah pada Nomor Induk Kependudukan (NIK). Tetapi, dianggap data pemilih invalid.

"Padahal itu kita nyatakan valid tapi dia tidak ber-NIK saja," kata Ferry, di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2013).

Dikatakan dia, secara teknis nantinya, pemilih yang tidak memiliki NIK, langsung bisa dilakukan perbaikan dan dimasukkan dalam sistem yang dipunyai KPU atau Sistem Daftar Pemilih (Sidalih), hasil penyisiran secara manual petugas KPU di lapangan. "NIK-nya kan tinggal di-inject ke sistem informasi daftar pemilih kita," ujar Ferry.

Selanjutnya, kata dia, jumlah 10,4 juta bermasalah itu lantaran data hasil penyisiran tersebut, belum semuanya dimasukkan dalam Sidalih.

Menurutnya, KPU baru akan mendeteksi secara mendalam pada tanggal 28 November, setelah data tersebut mulai ditransfer dari KPU daerah ke tingkat pusat. "Kemarin tanggal 1 November, terkait masalah NIK yang kosong, maka disampikan kepada KPU provinsi," sambungnya.

Sebelumnya, KPU akhirnya resmi menetapkan DPT secara nasional untuk pemilu 2014 sebanyak 186.612.225 untuk jumlah pemilih dalam negeri, dan sebanyak 2.010.280 pemilih luar negeri.

KPU menempatkan pemilih laki-laki dengan jumlah pemilih 93.439.610 dan pemilih perempuan dengan jumlah pemilih 93.172.645. Sementara, pemilih tersebut tersebar di 454.778 Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbagi di 81.034 desa atau kelurahan.

Berita terkait:
Caleg incumbent diuntungkan kisruh DPT dan e-KTP
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved