KPK jadwalkan periksa Direktur Perdata AHU Kemkumham

Senin, 11 November 2013 - 13:46 WIB
KPK jadwalkan periksa...
KPK jadwalkan periksa Direktur Perdata AHU Kemkumham
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan atau verifikasi terhadap Direktur Perdata AHU Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lilik Sri Haryanto.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, Direktorat Gratifikasi akan memintai klarifikasi guna verifikasi terkait laporan gratifikasi yang diduga diterima oleh Lilik.

"Direktur Perdata AHU dijadwalkan hari ini diverifikasi soal laporan gratifikasinya. Direkturnya belum datang," kata Johan saat dikonfirmasi SINDO di Jakarta, Senin (11/11/2013).

Selain Lilik, KPK juga akan meminta keterangan untuk verifikasi terhadap kasubdit, kasi, dan lain-lain. "Jadwalnya sama stafnya juga," ujarnya.

Sebelumnya, Lilik Sri Haryanto diduga menerima gratifikasi berupa uang senilai Rp95 juta. Uang tersebut diduga terkait penempatan notaris di beberapa wilayah.

Penerimaan uang terungkap dari laporan masyarakat yang diterima Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim pemeriksa dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham.

Dari pemeriksaan, Direktur Perdata mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima amplop coklat yang berisi uang. Tetapi tidak diketahui berapa jumlahnya.

Proses investigasi Irjen dilakukan sejak Jumat, 4 November 2013. Dari investigasi, staf Direktorat Perdata menerima amplop cokelat dari seseorang untuk diserahkan kepada Lilik. Kemudian, tim memeriksa Lilik pada Sabtu, 5 November 2013 dini hari di apartemen tempat tinggal yang bersangkutan. Tim pemeriksa juga menghitung uang dalam amplop yang diterima Lilik yakni sebanyak Rp95 juta

Seorang sumber menyatakan, gratifikasi yang bakal diterima Lilik dalam laporan sebenarnya sebesar Rp120 juta. Sampai saat ini KPK masih melakukan validasi apakah penerimaan itu ada conflit of interest dan atau tidak pidananya. "Dugaan gratifikasinya Rp120 juta," ujar sumber.
(lal)
Berita Terkait
Tolak KLB Deliserdang,...
Tolak KLB Deliserdang, Demokrat Jabar Ultimatum Kementerian Hukum dan HAM
Sederet Dugaan Pelanggaran...
Sederet Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM Kasus Mantan Pemain Sirkus OCI Temuan Kementerian HAM
Perkuat Bukti di MA,...
Perkuat Bukti di MA, Partai Demokrat Sambangi Kantor Kementerian Hukum dan HAM
Arsjad Rasjid Puji Langkah...
Arsjad Rasjid Puji Langkah Kementerian Hukum Terkait Pencatatan PT Sosial Melalui Notaris
Ganjar Sentil Penegakkan...
Ganjar Sentil Penegakkan Hukum Jeblok
Menkum Tegaskan Status...
Menkum Tegaskan Status Paulus Tannos Masih WNI meski Punya Paspor Negara Lain
Berita Terkini
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved